SERANG, RUBRIKBANTEN — Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, muncul mengejutkan dalam kunjungannya ke PAUD Melati, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan pemantauan itu dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini di Banten berjalan optimal, efektif, dan benar-benar menyentuh kebutuhan anak.
Tinawati menegaskan bahwa kehadirannya tak sekadar formalitas, melainkan untuk melihat secara langsung bagaimana proses belajar-mengajar berlangsung di lapangan.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana PAUD berjalan dan seperti apa pelaksanaannya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan petugas kesehatan serta kader dari Posyandu dan PKK sebagai bentuk integrasi layanan dasar. Menurut Tinawati, layanan pendidikan anak usia dini tidak dapat berdiri sendiri, tapi harus selaras dengan layanan kesehatan dasar.
“Ini bagian dari integrasi dan kolaborasi. Pendidikan itu satu kesatuan dan linier dengan layanan kesehatan dasar. Alhamdulillah, PAUD Melati sudah cukup baik dan sudah terintegrasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati kembali menggaungkan pentingnya menjadikan PAUD sebagai tempat yang membahagiakan bagi anak. Kebahagiaan anak, menurutnya, menjadi pondasi utama terbentuknya karakter positif sejak usia dini.
“Pendidikan usia dini itu penting… Salah satunya adalah pendidikan karakter yang dimulai dari rasa bahagia, baik bagi ibu maupun anak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan sederhana seperti tersenyum, memberi sapaan hangat, hingga menciptakan suasana rumah yang penuh syukur dapat membentuk mental sehat anak.
“Anak-anak harus berangkat sekolah dengan rasa syukur dan bahagia. Itu yang paling penting,” tuturnya.
Senada dengan Tinawati, Bunda PAUD Kota Serang, Arfina Rustandi, menyebut bahwa keberhasilan pendidikan PAUD ditentukan oleh kebahagiaan anak, orang tua, dan pendidiknya.
“Ajarkan dengan hati dan sepenuh hati, agar mereka bahagia dan ingin bersekolah,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati turut menyalurkan 50 paket makanan bergizi bagi keluarga berisiko stunting. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terintegrasi Pemprov Banten dalam menurunkan angka risiko stunting, khususnya di wilayah Kota Serang.















