Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

ASDP Resmi Terapkan Sterilisasi Pelabuhan di Enam Pelabuhan Utama, Merak Jadi Fokus Penataan Total

127
×

ASDP Resmi Terapkan Sterilisasi Pelabuhan di Enam Pelabuhan Utama, Merak Jadi Fokus Penataan Total

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program Sterilisasi Pelabuhan secara penuh dan serentak di enam pelabuhan utama nasional, Rabu (5/8/2026). Pelabuhan yang masuk dalam implementasi tahap awal ini meliputi Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.

Langkah tersebut menjadi tonggak baru transformasi layanan penyeberangan nasional menuju sistem pengelolaan pelabuhan yang lebih aman, tertib, modern, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jasa.

Banner

Penerapan penuh ini merupakan kelanjutan dari proses persiapan yang telah dimulai sejak soft launching pada 20 Juli 2026. Selama masa transisi, ASDP bersama regulator dan berbagai pemangku kepentingan melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa dan pelaku usaha, serta penguatan koordinasi lintas instansi agar seluruh sistem siap berjalan optimal sejak hari pertama implementasi.

Keselamatan Jadi Nilai Utama

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan fisik kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Hari ini menjadi tonggak penting transformasi layanan penyeberangan nasional. Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar,” ujar Heru.

Menurutnya, pelabuhan yang aman akan menciptakan perjalanan yang lebih nyaman, operasional yang lebih andal, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional.

Pada hari pertama pelaksanaan, pengendalian kawasan pelabuhan dilakukan melalui pengaturan akses yang lebih tertib, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional, penataan aktivitas di area pelabuhan, serta penguatan pengawasan bersama regulator dan instansi terkait.

Merak Jadi Percontohan Penataan Menyeluruh

Baca juga:  Polres Serang Tindak Truk Tambang Nakal, Satlantas Gencar Sosialisasi Pembatasan Operasional

Di Pelabuhan Merak, implementasi sterilisasi difokuskan pada penataan kawasan secara menyeluruh. Langkah yang dilakukan antara lain:

• penertiban aktivitas di area operasional,

• pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas di pelabuhan,

• penataan pedagang dengan identitas resmi,

• serta penguatan fasilitas pengawasan.

ASDP juga menerapkan One Gate System (OGS) untuk memperkuat pengendalian akses. Selain itu, Automatic Gate System diklaim mampu memangkas waktu layanan truk dari semula 10–15 menit menjadi hanya 1–2 menit, sehingga arus kendaraan menjadi lebih efisien.

Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, sterilisasi diperkuat melalui penataan jalur lalu lintas kendaraan, pembangunan kantong parkir roda dua, penyempurnaan rambu dan media informasi, serta optimalisasi sistem pengendalian akses.

Ketapang–Gilimanuk Perkuat Kepatuhan Operasional

Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, implementasi difokuskan pada peningkatan kepatuhan operasional melalui sosialisasi intensif kepada seluruh stakeholder, pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan rutin, serta pengaturan akses berbasis zonasi sehingga area operasional hanya dapat dimasuki petugas sesuai tugas dan kewenangannya.

Adapun di Pelabuhan Kayangan dan Lembar, penguatan dilakukan melalui penerapan Face Recognition untuk pengendalian akses, penyematan APD secara simbolis kepada perwakilan stakeholder, serta peninjauan langsung kawasan steril sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan pelabuhan yang aman, tertib, dan profesional.

Regulator Apresiasi Implementasi PM 91/2021

Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indrayanto, menyebut implementasi ini menjadi momentum penting setelah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 akhirnya dapat dijalankan secara penuh.

“Setelah kurang lebih lima tahun sejak PM Nomor 91 Tahun 2021 diterbitkan, implementasi ini akhirnya dapat dilaksanakan. Kami mengapresiasi PT ASDP yang terus berinovasi dan melakukan perubahan yang sangat signifikan,” kata Eko.

Baca juga:  100 Hari Robinsar-Fajar: Bukti Nyata Cilegon Bergerak Maju

Ia berharap sterilisasi pelabuhan mampu meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di seluruh kawasan pelabuhan penyeberangan.

Evaluasi dan Penyempurnaan Berkelanjutan

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan keberhasilan go live hari pertama merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat sejak tahap sosialisasi hingga implementasi di lapangan.

“Sterilisasi merupakan langkah bersama dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Ke depan, pelaksanaan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan,” ujarnya.

Akademisi: Langkah Strategis yang Tak Bisa Ditunda

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai sterilisasi pelabuhan merupakan langkah strategis yang sudah tidak dapat ditunda sebagai bagian dari modernisasi transportasi penyeberangan nasional.

Menurut Djoko, kebijakan tersebut akan memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan, sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat melalui operasional yang lebih tertib dan efisien.

Namun ia mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur dan sinergi seluruh pemangku kepentingan tetap menjadi kunci agar implementasi berjalan konsisten tanpa mengabaikan aspek sosial masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan.

Dengan implementasi serentak di lima cabang operasional yang mencakup enam pelabuhan utama, ASDP optimistis program sterilisasi akan menjadi standar baru pengelolaan pelabuhan penyeberangan nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada keselamatan, serta selaras dengan praktik pengelolaan pelabuhan berstandar internasional.

Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi penyeberangan Indonesia sekaligus mendukung konektivitas nasional yang lebih andal dan berkelanjutan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!