Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKesehatanKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Andra Soni Dorong Transformasi Digital Kesehatan, Mobile Klinik Telemedicine Jadi Solusi Pemerataan Layanan di Banten

64
×

Andra Soni Dorong Transformasi Digital Kesehatan, Mobile Klinik Telemedicine Jadi Solusi Pemerataan Layanan di Banten

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi bisa bergantung pada pendekatan konvensional semata. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menjadi pembicara dalam Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Banner

“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, kondisi geografis dan infrastruktur jalan di Banten menjadi salah satu alasan utama lahirnya program tersebut. Menurutnya, keberadaan lebih dari 11 ribu kilometer jalan di luar jalan nasional membuat pelayanan kesehatan harus hadir dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif.

“Topografi dan kondisi 11 ribu kilometer jalan di luar jalan nasional turut menjadi pertimbangan pelaksanaan program Mobile Klinik,” tambahnya.

Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten memang menjadi salah satu daerah dengan jumlah rumah sakit yang cukup banyak. Namun, pelayanan kesehatan dinilai masih belum merata karena luasnya wilayah dan adanya sejumlah daerah yang sulit dijangkau.

Baca juga:  DPRD dan UMKM Kompak Dorong Ekonomi Lokal Cilegon Bangkit

Melalui program Mobile Klinik berbasis telemedicine, Pemerintah Provinsi Banten berharap akses layanan kesehatan masyarakat dapat semakin mudah dijangkau hingga ke wilayah-wilayah terpencil maupun daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

Selain itu, Pemprov Banten juga membuka ruang kolaborasi dengan para peneliti BRIN untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan digital. Sinergi tersebut dinilai penting guna menghasilkan berbagai terobosan teknologi kesehatan yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Dari seminar tersebut, Andra Soni menyebut terdapat sejumlah rekomendasi penting yang menjadi perhatian bersama, di antaranya terkait keamanan data medis pasien, peningkatan literasi digital bagi tenaga kesehatan dan masyarakat, hingga pengembangan alat kesehatan dalam negeri yang terjangkau namun tetap berkualitas tinggi.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho mengatakan transformasi pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

Menurutnya, digitalisasi layanan kesehatan harus dibarengi dengan penguatan kebijakan birokrasi serta perlindungan terhadap data pribadi dan rekam medis pasien.

“Transformasi bukan sekadar pengadaan alat tapi peningkatan pelayanan kesehatan. Pengembangan telemedicine ke depan sangat penting untuk pelayanan kesehatan yang inklusif,” ujarnya.

Baca juga:  Akbar Kurniawan Nahkodai KNPI Citangkil, Pemuda Diminta Bersatu

Saat ini, program Mobile Klinik Provinsi Banten telah melayani masyarakat di tiga wilayah, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang.

Salah satu petugas Mobile Klinik, Apoteker Ijat menjelaskan, satu tim Mobile Klinik terdiri dari dokter, dua perawat, apoteker, dan sopir.

Menurutnya, masyarakat sangat antusias memanfaatkan layanan tersebut. Bahkan saat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Mobile Klinik pernah melayani lebih dari 100 warga dalam sehari.

“Masyarakat menyambut antusias Mobile Klinik. Layanan USG juga disambut antusias para ibu hamil karena layanan ini jarang ada di pedesaan,” ungkapnya.

Setiap hari, Mobile Klinik berkeliling ke sejumlah daerah, kecuali pada hari libur. Penentuan lokasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten dan puskesmas dengan prioritas daerah yang sulit dijangkau, meskipun tidak masuk kategori pelosok.

Salah satu wilayah yang rutin mendapatkan layanan tersebut adalah Desa Cikedung, Kabupaten Serang.

Selain layanan pemeriksaan umum, Mobile Klinik juga dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan seperti X-ray, USG, dan EKG. Seluruh pelayanan beserta obat-obatan diberikan secara gratis kepada masyarakat tanpa dipungut biaya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!