Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

30 Ibu Hamil Risiko Tinggi di Ciwandan Jalani Skrining, Dua Dirujuk ke Dokter Spesialis

42
×

30 Ibu Hamil Risiko Tinggi di Ciwandan Jalani Skrining, Dua Dirujuk ke Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Sebanyak 30 ibu hamil dengan risiko tinggi (resti) di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh melalui kegiatan skrining yang digelar Puskesmas Ciwandan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cilegon dan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgin) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) stase RSUD Provinsi Banten.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak dini sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat, mulai dari pelayanan di puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit atau dokter spesialis.

Banner

Kepala Puskesmas Ciwandan, Arief Dharma Hartana, mengatakan Puskesmas Ciwandan menjadi salah satu lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dokter PPDS Obgin FK UI stase RSUD Provinsi Banten.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Pulomerak. Dalam pemeriksaan di Puskesmas Ciwandan, sebanyak 30 ibu hamil dengan risiko tinggi mendapatkan pemeriksaan lengkap, termasuk skrining menggunakan ultrasonografi (USG).

“Jadi pertama di Pulomerak, kemarin di Puskesmas Ciwandan, sebanyak 30 ibu hamil resti dilakukan pemeriksaan lengkap hingga USG skrining untuk menentukan apakah perlu ditangani di puskesmas atau rumah sakit setempat hingga dirujuk ke dokter spesialis,” kata Arief, Rabu (30/9/2026).

Baca juga:  37 Pejabat Fungsional Dilantik, Wali Kota Cilegon Tekankan OPD Wajib Optimalkan Kinerja

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut melibatkan enam dokter PPDS FK UI dengan dukungan peralatan medis yang memadai. Bahkan, dalam kegiatan itu turut dihadirkan perangkat USG empat dimensi untuk menunjang pemeriksaan ibu hamil.

Arief menambahkan, keterlibatan dokter PPDS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat selama menjalani pendidikan spesialis. Selain memberikan pelayanan kesehatan, pemeriksaan ini juga membantu mengidentifikasi ibu hamil yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 30 ibu hamil tersebut, dua orang di antaranya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.

“Dokter yang PPDS (sedang pendidikan untuk mengambil spesialis) dituntut untuk pengabdian kepada masyarakat, pemeriksaan ini salah satunya. Untuk hasil pemeriksaannya ada dua ibu yang dirujuk ke dokter spesialis,” ujar Arief, yang juga menjabat Ketua IDI Cabang Kota Cilegon.

Sementara itu, konselor yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, dr. Novi Triyan, Sp.OG, memberikan penyuluhan kepada para ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan dan deteksi dini terhadap potensi risiko selama masa kehamilan.

Novi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para dokter dalam pendidikan spesialis. Melalui kegiatan ini, ibu hamil diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan dan informasi kesehatan yang memadai sesuai kebutuhan medisnya.

Baca juga:  Skandal Seleksi Sekda Banten: Meritokrasi Dihancurkan, Proses Dicurigai Sarat Titipan

Ia juga berharap kegiatan skrining kehamilan risiko tinggi dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga deteksi dini serta penanganan terhadap ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dapat dilakukan secara optimal.

“Kegiatan ini harus rutin diadakan, kerja samanya bukan hanya Puskesmas Ciwandan, tapi ke tempat lain juga,” ungkapnya.

Novi menegaskan, fokus utama kegiatan tersebut adalah menentukan kebutuhan penanganan setiap ibu hamil berdasarkan hasil skrining. Dengan demikian, ibu hamil yang masih dapat ditangani di puskesmas bisa memperoleh pelayanan sesuai kewenangan fasilitas kesehatan tersebut, sedangkan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat dirujuk ke rumah sakit maupun dokter spesialis.

Kolaborasi antara puskesmas, organisasi profesi, dan institusi pendidikan kedokteran ini diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini kehamilan berisiko tinggi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Cilegon.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!