CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota Cilegon bersama Kodim 0623/Cilegon dan Agrinas Pangan Nusantara menyerahkan 20 unit kendaraan truk operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih, dalam kegiatan yang digelar di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (16/4/2026).
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyebut bantuan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan serah terima mobil operasional yang insyaallah akan beroperasi di setiap Koperasi Merah Putih. Ini bentuk dukungan nyata untuk memperkuat distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan kelurahan. Ia menegaskan, penguatan ekonomi dari tingkat bawah akan berdampak langsung terhadap kemajuan daerah hingga nasional.
“Jika desa dan kelurahan maju, maka Indonesia akan ikut maju,” tambahnya.
Robinsar juga menyoroti persoalan tingginya harga bahan pokok di Kota Cilegon. Ia menegaskan koperasi harus hadir sebagai solusi dengan memastikan harga jual tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) guna menjaga stabilitas inflasi daerah.
“Persoalan utama yang kami temukan adalah tingginya harga bahan pokok. Koperasi ini harus memastikan harga tetap terjangkau dan tidak melampaui ketentuan,” tegasnya.
Selain harga, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Ketersediaan stok dan distribusi harus dijaga. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0623/Cilegon, Imam Buchori, menyampaikan bahwa bantuan 20 unit truk dari Agrinas Pangan Nusantara merupakan bagian dari implementasi program strategis nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Kehadiran kendaraan operasional ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koperasi ke depan akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Buchori juga mengingatkan agar kendaraan operasional dimanfaatkan secara optimal dan tidak disalahgunakan.
“Saya tidak ingin kendaraan ini digunakan di luar peruntukannya. Gunakan sepenuhnya untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan operasional koperasi,” tegasnya.















