CILEGON, RUBRIKBANTEN — Seorang pedagang baso cuanki, Nida Najiyin (34), diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sejumlah orang tidak dikenal di depan Hotel Sukma, Kelurahan Sukmajaya, Kota Cilegon, Banten.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Kasus ini dilaporkan ke kepolisian dan kini dalam proses penanganan.
Berdasarkan keterangan pelapor, insiden bermula ketika korban berada di depan sebuah warteg. Saat itu, seorang pria datang dan menanyakan keberadaan topi miliknya yang disebut hilang.
Pria tersebut kemudian melihat topi yang sedang dikenakan korban dan menganggapnya sebagai topi miliknya. Korban membantah dan menyebut topi tersebut merupakan miliknya.
Perbedaan klaim kepemilikan topi itu kemudian memicu perselisihan antara korban dan pria tersebut.
Setelah meninggalkan lokasi, pria tersebut diduga kembali bersama dua orang lainnya. Ketiganya kemudian terlibat keributan dengan korban hingga berujung pada dugaan pengeroyokan dan pembacokan.
“Awalnya orang tersebut menanyakan topinya yang hilang. Karena topinya sama dengan yang dipakai korban, kemudian terjadi perselisihan. Orang itu kemudian pergi dan kembali bersama dua orang lainnya,” demikian keterangan dalam laporan yang diterima.
Persoalan tersebut semakin menjadi perhatian setelah topi yang dipermasalahkan ternyata ditemukan oleh pemilik warteg di dalam warteg.
Diduga, topi tersebut tertinggal setelah pria yang mengaku kehilangan topi sebelumnya sempat makan di warteg tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Cilegon. Korban juga menjalani visum sebagai bagian dari proses pembuktian atas dugaan tindak pidana yang dilaporkan.
Hasil visum tersebut selanjutnya menjadi salah satu dokumen pendukung dalam laporan dugaan penganiayaan yang disampaikan kepada Polres Cilegon.
Pelapor berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk mengungkap identitas serta peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa pengeroyokan dan pembacokan tersebut.
Kasus ini masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terduga maupun kepolisian mengenai kronologi lengkap dan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.















