SERANG, RUBRIKBANTEN – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten yang diperingati pada 4 Oktober 2026, sejumlah program Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni mendapat sorotan dari DPRD Banten.
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik, menilai sejumlah program yang dijalankan Pemprov Banten telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan infrastruktur.
Menurut Hasbi, program sekolah gratis untuk SMA/SMK swasta menjadi salah satu kebijakan yang dinilai memberikan akses pendidikan lebih luas kepada masyarakat.
“Saya kira program-program Pak Gubernur sesuai dengan janji politik cukup bagus, cukup baik. Misalnya sekolah gratis untuk swasta,” kata Hasbi saat diwawancarai pada legiatan Cek Kesehatan Gratis yang digelar di Cilegon.
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten.
Hasbi menyebut, program sekolah gratis tersebut telah diikuti puluhan ribu masyarakat di delapan kabupaten/kota di Banten.
“Setahu saya ini sudah hampir 60 ribu dan kalau dikali dua hampir 150 ribu masyarakat di delapan kabupaten/kota yang telah mengikuti program sekolah gratis sebagai bentuk apresiasi pemerintah hadir,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Hasbi juga menyoroti program pembangunan infrastruktur yang disebutnya sebagai bagian dari intervensi Pemprov Banten untuk memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan jalan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Banten Selatan.
“Bangun Jalan Sejahtera, Bang Andra, ini juga sebagai bentuk intervensi pemerintah provinsi bagaimana infrastruktur, terutama yang ada di Banten Selatan, bisa setara dengan daerah-daerah lain,” katanya.
Ia menilai akses jalan yang baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Bagaimana akses kesehatan, akses pendidikan itu bisa terjangkau dengan jalannya mulus. Bagaimana hasil-hasil bumi dari masyarakat yang berkebun, bercocok tanam, dibawa dengan baik,” ujar Hasbi.
Meski memberikan apresiasi, Hasbi mengingatkan agar program-program pemerintah tidak berhenti pada tahap pelaksanaan. Evaluasi dan perbaikan, menurutnya, tetap diperlukan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau soal kekurangan, itu milik manusia. Tidak ada yang sempurna dalam hidup. Tetapi sepengetahuan saya, Pak Gubernur selalu ingin memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki,” katanya.
Khusus program sekolah gratis, Hasbi meminta sekolah penerima program terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada siswa.
“Program yang bagus, tinggal nanti sekolahnya yang terus mengevaluasi, bagaimana meningkatkan kualitasnya,” ucapnya.
Hasbi juga menilai hubungan Pemprov Banten dengan pemerintah kabupaten/kota sejauh ini perlu terus diperkuat melalui sinergi. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan satu tingkat pemerintahan karena masing-masing memiliki kewenangan yang berbeda.
Ia mencontohkan persoalan infrastruktur yang berada di luar kewenangan provinsi tetapi membutuhkan intervensi pemerintah untuk mempercepat penyelesaiannya.
“Pemprov itu sebagai wakil dari pemerintah. Kalau ada hal-hal yang perlu disinergikan, ada DPRD, ada bupati, wali kota, berbicara kepada pimpinan apa yang mesti dikerjakan,” tuturnya.
Hasbi berharap momentum HUT ke-26 Provinsi Banten menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.
“Setiap tahun harus memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki. Tinggal ditingkatkan dan dimaksimalkan,” pungkasnya.















