Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialWisata

Pemkot Cilegon Tekan Greenotel Tindak Tegas Oknum Pegawai, Disporapar: Jangan Ada Lagi Pelecehan di Dunia Perhotelan

170
×

Pemkot Cilegon Tekan Greenotel Tindak Tegas Oknum Pegawai, Disporapar: Jangan Ada Lagi Pelecehan di Dunia Perhotelan

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Dugaan kasus pelecehan seksual verbal terhadap siswi praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu hotel bintang tiga, Greenotel Cilegon, mendapat sorotan serius dari Pemerintah Kota Cilegon.

Sebelumnya, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Banten telah melaporkan dua terduga pelaku yang merupakan oknum pegawai hotel tersebut atas dugaan tindakan tidak pantas di lingkungan kerja.

Banner

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Cilegon, Wawan Ihwani, menegaskan pentingnya langkah tegas dari pihak manajemen hotel.

Ia menekankan agar pihak Greenotel segera menindaklanjuti kasus tersebut sesuai aturan perusahaan serta Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

“Manajemen harus mengambil tindakan tegas terhadap karyawan yang bersangkutan. Ini penting agar ada efek jera dan menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain itu, Wawan juga mendorong adanya langkah preventif di lingkungan kerja, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata.

Menurutnya, sosialisasi dan pelatihan terkait pencegahan pelecehan seksual (sexual harassment) wajib dilakukan secara berkala kepada seluruh karyawan.

“Pencegahan itu kunci. Harus ada edukasi dan pelatihan agar kejadian serupa tidak terulang, bukan hanya di satu hotel, tapi di seluruh sektor pariwisata,” tegasnya.

Baca juga:  Pamdal, Sopir, dan OB Tak Masuk P3K Paruh Waktu, Wali Kota Robinsar Jamin 17 Program Prioritas Tetap Jalan

Ia mengingatkan bahwa kasus ini bisa menjadi alarm bagi seluruh pelaku usaha pariwisata di Kota Cilegon, karena potensi kejadian serupa bisa saja terjadi di tempat lain jika tidak diantisipasi.

“Atas nama pemerintah daerah, kami sangat prihatin atas kejadian ini. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih mawas diri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wawan juga menyoroti pentingnya peran institusi pendidikan yang mengirimkan siswa untuk kegiatan PKL.

Ia berharap pihak sekolah dapat membekali peserta didik dengan pemahaman terkait tindakan preventif terhadap pelecehan seksual di tempat kerja.

“Sekolah juga harus membekali siswa dengan pengetahuan dan keberanian untuk melapor jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Terakhir, ia meminta pihak manajemen Greenotel untuk bersikap transparan kepada publik terkait langkah-langkah yang telah diambil dalam menangani kasus ini.

“Manajemen harus memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!