SERANG, RUBRIKBANTEN – Universitas Faletehan melakukan kunjungan kerja ke Klinik Rahima, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, dalam rangka pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menyoroti berbagai faktor yang berhubungan dengan potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Hubungan Jarak Pemukiman Warga dengan Area Industri dan Tambang, Kepatuhan Menggunakan Masker, Ventilasi Rumah, serta Kelembaban Rumah terhadap Penyakit ISPA di Area Kerja PKM Bojonegara Tahun 2026.”
Dalam kegiatan itu, tim Universitas Faletehan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu langkah pencegahan gangguan pernapasan, khususnya bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan area industri dan pertambangan.
Titin Kholawiyah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan bersama sejumlah rekan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada warga.
“Pengabdian kepada masyarakat ini dalam rangka sosialisasi pentingnya penggunaan masker di wilayah Bojonegara sebagai salah satu solusi dari kejadian ISPA,” ujar Titin.
Menurutnya, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar debu maupun partikulat yang terdapat di lingkungan sekitar.
Namun, upaya pencegahan ISPA tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker. Kondisi lingkungan tempat tinggal juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan PKM tersebut.
Tim Universitas Faletehan turut mengkaji sejumlah faktor yang diduga memiliki hubungan dengan kejadian ISPA, di antaranya jarak permukiman warga dengan area industri dan tambang, kondisi ventilasi rumah, serta tingkat kelembaban di dalam rumah.
Dr. Prihayati, S.SiT., SKM., MKM. mengatakan, kajian tersebut dilakukan untuk melihat lebih jauh berbagai faktor lingkungan dan perilaku yang dapat berhubungan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Bojonegara.
“Dalam kegiatan ini kami melihat beberapa faktor yang berkaitan dengan kejadian ISPA, baik dari sisi lingkungan maupun perilaku masyarakat. Salah satunya adalah kepatuhan menggunakan masker, kemudian kondisi rumah seperti ventilasi dan kelembaban, serta jarak permukiman dengan kawasan industri dan pertambangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Kesehatan Masyarakat pada Universitas Faletehan, Dr. Ismarina, S.SiT., Bd., SKM., M.Kes. menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus memberikan edukasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai, sosialisasi mengenai pencegahan ISPA penting dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas industri dan pertambangan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga menunjukkan adanya perhatian Universitas Faletehan terhadap persoalan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku sehari-hari.
Kawasan Bojonegara sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas industri dan pertambangan. Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai perlindungan kesehatan pernapasan menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan aktivitas tersebut.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Faletehan berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menggunakan masker, tetapi juga semakin peduli terhadap kondisi rumah dan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan pernapasan.
Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan, khususnya terhadap risiko ISPA.















