Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPemiluPendidikanPolitikSosial

Bamsoet Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati Penjaga Pancasila dan Konstitusi

178
×

Bamsoet Kenang Try Sutrisno: Prajurit Sejati Penjaga Pancasila dan Konstitusi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.

Bagi Bamsoet, almarhum adalah sosok prajurit sejati yang hingga akhir hayatnya tetap memikirkan masa depan bangsa—terutama terkait Pancasila, keutuhan NKRI, dan arah konstitusi negara.

Banner

“Pak Try adalah prajurit sejati. Cara bicaranya tenang, tapi isinya dalam. Di usia yang sudah sangat senior, beliau masih mengikuti perkembangan bangsa dan terus mengingatkan kami soal dasar negara dan konstitusi,” ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Tokoh Kunci di Masa Transisi Bangsa

Sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993 dan Wakil Presiden RI periode 1993–1998, Try Sutrisno berada di lingkar kekuasaan pada masa-masa krusial menjelang Reformasi 1998. Ia menyaksikan langsung perubahan besar ketika UUD 1945 diamendemen sebanyak empat kali pada 1999–2002.

Amandemen tersebut membawa perubahan mendasar dalam sistem ketatanegaraan, di antaranya:

• MPR tak lagi menjadi lembaga tertinggi negara

• Penguatan sistem presidensial

Baca juga:  Sholawat Menggema Sambut Bupati, Ratu Zakiyah Pastikan 504 Warga Padarincang Aman dari Ancaman Longsor

• Presiden dipilih langsung oleh rakyat

• Relasi pemerintah dan DPR menjadi lebih sejajar

• Sistem multipartai berkembang dinamis

Menurut Bamsoet, almarhum kerap mengingatkan bahwa demokrasi harus dijaga, namun tetap perlu dievaluasi agar tidak menjauh dari karakter bangsa.

“Beliau sering bilang, demokrasi itu penting. Tapi kita juga harus berani mengevaluasi. Jangan sampai sistem yang kita bangun justru menjauh dari jati diri bangsa sendiri,” ungkapnya.

Usulan Kembali ke Format Asli UUD 1945

Dalam berbagai pertemuan kebangsaan bersama pimpinan MPR periode 2019–2024, Try Sutrisno disebut kerap menyampaikan bahwa amendemen konstitusi merupakan produk sejarah Reformasi. Namun, menurutnya, setiap produk sejarah tetap terbuka untuk dikaji ulang jika dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Ia bahkan mengusulkan agar UUD 1945 dikembalikan ke format asli sebelum amendemen.

“Perubahan itu wajar dalam demokrasi. Tapi jangan sampai kita kehilangan arah. Sistem presidensial Indonesia punya ciri khas sendiri. Jangan asal meniru sistem Barat tanpa melihat karakter bangsa kita,” kata Bamsoet menirukan pesan almarhum.

Baca juga:  Harga Bahan Pokok Stabil, Pembeli Pasar Rau Protes ke Wagub Banten Dimyati

Tiga Pilar yang Tak Boleh Goyah

Bamsoet menegaskan, keinginan Try Sutrisno untuk meninjau ulang amendemen bukan berarti ingin mundur ke masa lalu. Justru, hal itu dilakukan untuk memastikan perubahan benar-benar memperkuat negara.

Menurutnya, almarhum selalu menekankan tiga hal utama sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan:

• Pancasila

• Keutuhan NKRI

• Sistem presidensial khas Indonesia

Try Sutrisno khawatir, jika sistem politik berjalan terlalu pragmatis dan liberal tanpa kontrol ideologis yang kuat, jati diri bangsa bisa terkikis secara perlahan.

“Pak Try selalu menekankan tiga hal itu satu paket. Kalau salah satunya goyah, keseimbangan negara bisa terganggu,” pungkas Bamsoet.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak pemikiran mendalam tentang arah demokrasi dan konstitusi Indonesia sebuah warisan reflektif di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!