CILEGON, RUBRIKBANTEN – Banjir melanda wilayah Ciwandan pada Sabtu pagi (1/2/2026) sekitar pukul 05.30–06.00 WIB akibat curah hujan tinggi di hulu. Camat Ciwandan, Agus, menyampaikan seluruh warga, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus, berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban jiwa.
Tokoh masyarakat Kelurahan Kepuh, Haji Bahri, menjelaskan banjir di kawasan ini rutin terjadi setiap tahun, namun intensitas awal 2026 lebih tinggi hingga memasuki permukiman warga. Pemicunya adalah pertemuan dua sungai yang menyempit sehingga air meluap. Durasi banjir pagi ini sekitar satu jam, lebih cepat dibanding awal Januari yang mencapai 3–4 jam.
Agus menekankan pelebaran sungai sebagai solusi utama. Langkah ini membutuhkan pembebasan lahan, termasuk halaman warga, untuk menampung debit air yang tinggi. Selain Ciwandan, genangan juga terjadi di kawasan industri Gunung Sugih, Gate 5, Cilegon Selatan, Ratu, dan Kubangsari. Saat ini air mulai surut, meski beberapa titik masih setinggi lutut orang dewasa.
Data sementara, banjir berdampak pada 347 jiwa dari 123 kepala keluarga dengan sekitar 80 rumah terdampak. Semua korban telah dievakuasi ke lokasi lebih tinggi dengan bantuan TNI-Polri, Babinsa, BPBD, dan relawan. Wali Kota Cilegon turut memantau proses evakuasi.
Pemerintah meminta masyarakat bersabar dan mengimbau industri setempat turut berkontribusi, misalnya melalui program CSR, untuk penanganan banjir yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.















