CILEGON, RUBRIKBANTEN — Di tengah banjir yang masih merendam sejumlah wilayah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon kembali menunjukkan peran strategisnya dalam respon kemanusiaan. Pada Sabtu malam (3/1/2025), PMI menyalurkan 1.800 nasi box kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Bantuan makanan siap saji tersebut disalurkan melalui pemerintah kelurahan setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Rinciannya, 1.000 nasi box untuk Kelurahan Kedaleman, 300 nasi box untuk Kelurahan Karang Asem, dan 500 nasi box untuk Kelurahan Cibeber.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh PMI Kota Cilegon bersama relawan, dengan berkoordinasi bersama unsur pemerintah dan instansi terkait. Langkah ini menjadi bagian dari respon cepat PMI dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya konsumsi harian, tetap terpenuhi.
Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis, didampingi Wakil Ketua PMI Encep Nurdin serta Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Cilegon Hedi Jamhari, menegaskan bahwa kehadiran PMI di lokasi bencana merupakan wujud komitmen kemanusiaan.
“PMI Kota Cilegon berupaya hadir di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi, khususnya makanan siap saji. Penyaluran nasi box ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kami bagi warga yang terdampak banjir,” ujar H. Abdul Hakim Lubis.
Tak hanya menyalurkan bantuan makanan, PMI Kota Cilegon juga turut mendukung operasional dapur umum yang dibuka pemerintah bersama unsur terkait di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Ciwandan. Dapur umum tersebut berfungsi memenuhi kebutuhan konsumsi warga, baik yang masih bertahan di rumah maupun yang sempat mengungsi.
Lebih jauh, PMI menegaskan bahwa respon kemanusiaan tidak berhenti pada distribusi makanan semata. Sejak awal banjir melanda, PMI Kota Cilegon bersama PMI kecamatan dan instansi terkait telah melakukan evakuasi warga, pelayanan kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik berupa tikar dan pakaian bagi warga yang sempat mengungsi di Balai Karantina Kesehatan Ciwandan.
“PMI bergerak sejak awal kejadian. Selain evakuasi dan pelayanan kesehatan, kami juga menyalurkan logistik bagi warga terdampak agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” terang Hedi Jamhari.
PMI Kota Cilegon memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor serta menjaga kesiapsiagaan relawan hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.















