Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Video Viral PMI Terlantar di Arab Saudi Direspons Kilat, Andra Soni Turun Tangan Kawal Pemulangan Atilah

139
×

Video Viral PMI Terlantar di Arab Saudi Direspons Kilat, Andra Soni Turun Tangan Kawal Pemulangan Atilah

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menunjukkan respons cepat atas viralnya video permohonan bantuan dari Atilah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, yang mengaku terjebak di Arab Saudi dan tidak dapat pulang ke Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, Andra Soni menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (22/7/2026).

Banner

Dalam rapat tersebut, Andra meminta laporan terkini mengenai kondisi Atilah dan memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secepat mungkin melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

“BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” tegas Andra Soni.

Menurut Andra, komunikasi dengan Atilah masih terjalin melalui aplikasi WhatsApp meski dalam beberapa jam terakhir belum mendapat balasan. Pemerintah tetap berupaya melacak keberadaan Atilah sebagai dasar penyusunan langkah perlindungan dan pemulangannya.

Baca juga:  Dimyati Usai Dilantik: Ini Amanah Masyarakat, Besok Langsung Ngantor

Kepala BP3MI Banten, Wirawan Negara Harahap, memastikan pihaknya akan mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas. Tim BP3MI bahkan telah mendatangi keluarga Atilah di Walantaka dan terus menjalin komunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

“Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur,” ujar Wirawan.

Berdasarkan informasi terakhir, Atilah diduga berada di kawasan perbatasan Arab Saudi dan Kuwait. Namun, BP3MI masih melakukan verifikasi lokasi sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menegaskan bahwa keselamatan Atilah menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan pekerja migran kita selamat. Soal administrasi dan proses lainnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” katanya.

Di sisi lain, Andra Soni juga menegaskan komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat perlindungan pekerja migran melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, terutama dalam peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi calon PMI.

Baca juga:  Parkir Pasar Kranggot Bakal Jadi Lumbung PAD, Wali Kota Cilegon Siap Lelang Pengelolaan

“Harapan kami, pekerja migran asal Banten berangkat secara prosedural, bekerja dengan aman, nyaman, dan mendapatkan perlindungan yang maksimal,” ujar Andra.

Pemprov Banten memastikan akan terus mengawal penanganan kasus Atilah bersama BP3MI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI hingga ada kepastian mengenai kondisi serta proses kepulangannya ke Indonesia.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!