CILEGON, RUBRIKBANTEN – Haru dan bahagia menyelimuti kehidupan Nenek Niah, seorang warakawuri atau janda purnawirawan TNI yang tinggal di Kompleks Taman Raya Cilegon, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang. Setelah bertahun-tahun bertahan di rumah yang nyaris roboh, kini rumahnya mulai direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0623/Cilegon.
Rumah sederhana milik Nenek Niah sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan. Plafon rumah rusak dan hampir ambruk, dinding kamar lapuk dimakan usia, serta bangunan yang tak lagi memberikan rasa aman bagi penghuninya.
Sejak sang suami, almarhum Koptu (Purn) Marjuki, meninggal dunia sekitar 20 tahun lalu, Nenek Niah hidup dalam keterbatasan ekonomi. Keinginan memperbaiki rumah hanya menjadi harapan yang tersimpan lama karena keterbatasan biaya.
Kini, melalui program rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu) TMMD Ke-128 Tahun Anggaran 2026, personel Kodim 0623/Cilegon bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah tersebut.
Danramil 2303/Merak Mayor Inf Mujayin mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian TNI kepada keluarga prajurit yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.
“Ketika kami melihat kondisi rumah Ibu Niah, hati kami benar-benar tersentuh. Beliau hidup sendiri dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Kami ingin beliau bisa menikmati masa tua dengan lebih aman, nyaman, dan tenang,” ujar Mujayin.
Ia menambahkan, pada Jumat (8/5/2026), Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori turun langsung mengawali proses pembongkaran rumah tersebut.
Menurutnya, program TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar memperbaiki rumah, tetapi bagaimana menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan bagi beliau. Kami ingin Ibu Niah merasakan bahwa perjuangan almarhum suaminya tidak pernah dilupakan,” katanya.
Dalam proses pengerjaan, bagian kamar utama dan plafon menjadi prioritas utama lantaran mengalami kerusakan paling parah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong bersama warga sekitar.
Sementara itu, Sulaiman, putra almarhum Koptu (Purn) Marjuki, mengaku terharu melihat rumah ibunya akhirnya diperbaiki setelah sekian lama.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Saya sebagai anak tentu ingin ibu tinggal di rumah yang nyaman, tetapi keadaan belum memungkinkan. Terima kasih kepada Kodim 0623/Cilegon dan semua pihak yang sudah peduli kepada ibu kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program TMMD Ke-128 Kodim 0623/Cilegon sendiri berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 dengan berbagai sasaran pembangunan fisik dan sosial. Selain merehab 10 unit rumah tidak layak huni, TMMD juga melaksanakan pembangunan jalan, saluran air, pipanisasi, fasilitas MCK, hingga sumur bor guna membantu kebutuhan masyarakat.















