TANGERANG, RUBRIKBANTEN — Tiga tahun lamanya Fajar Nurhuda (51), warga Kampung Sukamulya, Kabupaten Tangerang, tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya. Pengalaman pernah dirawat akibat penyakit ginjal pada 2023 membuatnya tersadar pentingnya deteksi dini.
Kesempatan itu datang ketika Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hadir di wilayahnya.
Fajar menjadi salah satu warga yang antusias mengikuti layanan CKG saat Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan program tersebut di GOR Kitri Bhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
“Saya pernah dirawat karena sakit ginjal pada Mei 2023 dan setelah itu tidak pernah periksa lagi. Mumpung ada pemeriksaan gratis, saya periksa semuanya untuk pencegahan sejak dini,” ujar Fajar, mantan karyawan pabrik.
Bagi Fajar, pemeriksaan gratis tersebut bukan sekadar layanan kesehatan tanpa biaya. Program itu menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi tubuh setelah bertahun-tahun tidak melakukan pemeriksaan.
Hal serupa dirasakan Neneng (56), warga Kampung Sukabakti. Untuk pertama kalinya, ia menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi darahnya normal, namun dokter menemukan kadar kolesterol tinggi dan gangguan pada lambung.
“Kata dokter darah saya normal, cuma kolesterol tinggi dan ada masalah di lambung. Alhamdulillah karena gratis, saya langsung dikasih obat. Sekarang saya jadi tahu kondisi kesehatan saya,” kata Neneng.
Andra Soni: CKG Harus Dekat dengan Masyarakat
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemprov Banten terus mendorong agar Program CKG semakin mudah diakses masyarakat.
Andra bahkan rutin turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut. Setiap Senin dan Kamis, ia berkeliling ke berbagai kabupaten/kota bersama kepala daerah untuk melihat pelayanan CKG di lapangan.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada keluhan kesehatan yang dirasakan warga, tetapi juga diarahkan untuk menemukan penyakit sejak dini.
Pemeriksaan meliputi gula darah, tekanan darah, keluhan umum hingga kondisi paru-paru. Pemeriksaan paru-paru dinilai penting untuk mendukung percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC).
“Temuan penyakit di lapangan masih didominasi oleh potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Obatnya juga sudah kami siapkan untuk tindak lanjut,” ujar Andra.
Hingga saat ini, pelaksanaan CKG yang digelar di dua hingga tiga titik setiap pekan telah menjangkau sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten.
“Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya. Ini menunjukkan masyarakat mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
TBC Jadi Perhatian, Pemprov Dorong TOS
Selain pemeriksaan kesehatan umum, Pemprov Banten juga memperkuat upaya pengentasan TBC melalui program TOS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh).
Andra mengingatkan masyarakat agar tidak takut ketika dinyatakan positif TBC. Menurutnya, penyakit tersebut dapat ditangani apabila warga segera mendapatkan pengobatan dan menjalani proses terapi hingga tuntas.
“Jangan takut kalau terdiagnosis TBC. Yang penting ditemukan, diobati, dan sampai sembuh,” tegasnya.
CKG Tangerang Tembus 100,7 Persen
Sementara itu, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengungkapkan capaian CKG di Kabupaten Tangerang telah melampaui target.
Sebanyak 1,7 juta warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan atau mencapai 100,7 persen dari target 1,6 juta jiwa.
Capaian tersebut didukung pola pelayanan jemput bola yang dilakukan tenaga kesehatan melalui puskesmas, rumah sakit hingga sekolah.
Pemkab Tangerang juga memperkuat penanganan TBC dengan menyiagakan 28 tenaga kesehatan khusus paru-paru, di samping 48 tenaga kesehatan yang menangani pelayanan CKG secara umum.
“Kami terus bergerak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan masyarakat yang sehat,” ujar Maesyal.















