CILEGON, RUBRIKBANTEN — Kota Cilegon kembali dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah agenda olahraga tingkat Provinsi Banten. Tak hanya olahraga prestasi, ajang yang digelar juga mencakup olahraga pelajar, olahraga paralimpik hingga olahraga tradisional.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Sakri Jasiman, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda.
Sakri menyebut sebelumnya Cilegon telah mengikuti pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar pada Juni 2026. Setelah itu, agenda olahraga berlanjut dengan Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (POPPDA) yang diperuntukkan bagi atlet pelajar penyandang disabilitas.
“Yang pertama POPDA yang setelah kita sama-sama dilaksanakan pada bulan Juni kemarin. Kemudian dilanjutkan dengan olahraga POPDA yaitu Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah yang tentunya itu hakikatnya adalah disabilitas,” ujar Sakri, Kamis (3/9/2026).
Saat ini, lanjut Sakri, Cilegon juga dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa se-Provinsi Banten. Pembukaan kegiatan telah dilaksanakan pada Sabtu lalu, sementara penutupan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Menurutnya, perguruan tinggi dari berbagai daerah di Banten mengirimkan mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang olahraga untuk mewakili daerah masing-masing.
“Universitas yang ada se-Banten mengirimkan mahasiswanya yang hobi olahraga dan tentunya juga untuk mewakili daerahnya masing-masing,” katanya.
Tak berhenti di sana, Cilegon juga akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Tradisional. Berbeda dengan kompetisi olahraga prestasi, kegiatan tersebut bertujuan menghidupkan kembali permainan dan olahraga tradisional yang dahulu populer di tengah masyarakat.
Sakri mengatakan olahraga tradisional menjadi penting untuk diperkenalkan kembali kepada generasi muda yang saat ini semakin akrab dengan gawai dan permainan digital.
“Tujuannya untuk mengembangkan olahraga-olahraga pada kelompok orang tua dulu, sehingga tidak terguna dan memperkenalkan kembali kepada anak-anak zaman sekarang yang mungkin sekarang sudah asyik dengan gadget-nya, HP, main Mobile Legends,” ujarnya.
Sejumlah permainan tradisional yang akan diperkenalkan antara lain terompah panjang, egrang, sumpitan dan gasing.
Menurut Sakri, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan permainan masyarakat kepada anak-anak dan generasi muda.
“Pada zaman dulu ada kegiatan-kegiatan olahraga tradisional seperti terompah panjang, egrang, sumpitan dan gasing,” katanya.
Selain berbagai agenda tersebut, Cilegon juga akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Meski penyelenggaraan Porprov berada di bawah kewenangan KONI, Disporapar Kota Cilegon memastikan tetap berkoordinasi dan memberikan dukungan terhadap persiapan atlet-atlet yang akan membawa nama daerah.
“Walaupun bagaimanapun kami tetap berkoordinasi dengan KONI dan Dispora, tetap mendukung untuk mengirimkan para atletnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut,” tutur Sakri.
Rangkaian agenda olahraga tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga di Cilegon tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dan medali, tetapi juga menyentuh pembinaan pelajar, atlet penyandang disabilitas, mahasiswa hingga pelestarian olahraga tradisional.
Dengan menjadi tuan rumah berbagai agenda tingkat Banten, Cilegon sekaligus mendapat kesempatan memperkuat posisi sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pengembangan ekosistem olahraga di Provinsi Banten.















