Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Bamsoet: Serangan ke Pasukan PBB Pelanggaran Berat

70
×

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Bamsoet: Serangan ke Pasukan PBB Pelanggaran Berat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras serangan beruntun di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Politikus yang juga Ketua MPR RI ke-15 itu menegaskan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi.

Banner

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Dunia tidak boleh diam,” tegas Bamsoet, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan laporan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dua prajurit TNI gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Lebanon selatan. Sementara satu prajurit lainnya tewas sehari sebelumnya akibat serangan artileri di lokasi kontingen Indonesia.

Selain korban jiwa, dua personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi serius.

Bamsoet menekankan, keberadaan pasukan penjaga perdamaian seharusnya dilindungi semua pihak. Menurutnya, insiden ini mencerminkan kegagalan kolektif dalam menjaga komitmen terhadap perdamaian global.

Baca juga:  Pemprov Banten Percepat Digitalisasi Pelayanan Publik: Akses Lebih Mudah, Biaya Lebih Murah

“Menyerang pasukan perdamaian sama saja merusak fondasi perdamaian dunia. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pengingkaran nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak awal Maret 2026 yang memperparah situasi keamanan di Lebanon selatan.

Dalam kondisi tersebut, pasukan UNIFIL termasuk kontingen Indonesia berada di garis depan untuk menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil, namun kini menghadapi risiko yang semakin tinggi.

Bamsoet mendesak pemerintah Indonesia untuk mendorong investigasi internasional yang transparan dan menyeluruh atas insiden tersebut.

“Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB memiliki rekam jejak panjang dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon, Kongo, dan Sudan.

“Pengorbanan prajurit TNI tidak boleh sia-sia. Negara harus hadir memberikan penghormatan terbaik sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi personel yang masih bertugas,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!