Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten PandeglangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Sosialisasi Bangga Kencana di Pandeglang, Adde Rosi Tekankan Peran Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

15
×

Sosialisasi Bangga Kencana di Pandeglang, Adde Rosi Tekankan Peran Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) RI menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus STAISMAN tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anggota DPR RI Dr. Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si., perwakilan BKKBN Provinsi Banten, serta Dinas P3AKB Kabupaten Pandeglang.

Banner

Kegiatan ini turut dihadiri pihak kampus STAISMAN selaku tuan rumah, Camat Kaduhejo, para penyuluh keluarga berencana (KB), serta masyarakat.

Anggota DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak untuk memperoleh kasih sayang, rasa aman, kemandirian, sekaligus membentuk karakter dan budi pekerti.

Adde Rosi menilai, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari penguatan ketahanan keluarga. Sebab, keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas generasi yang tumbuh dalam lingkungan keluarga.

Penguatan keluarga, lanjutnya, menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, mandiri, dan berintegritas.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, akademisi, kader, dan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan Program Bangga Kencana berjalan optimal.

Baca juga:  HIPKA Banten Diisi Pengusaha, Pejabat Pemprov hingga Bankir BJB, Siap Garap Potensi Ekonomi Daerah

Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Suci Kusumawati, S.Kom., menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas keluarga melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana secara terpadu.

Menurut Suci, keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi salah satu wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan.

Dalam sosialisasi tersebut, Suci juga memaparkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pengembangan Super Apps, serta Lansia Berdaya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Kelompok-kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola pengasuhan, pendidikan keluarga, serta pendampingan anggota keluarga sesuai tahapan usia.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) DP3AKB Kabupaten Pandeglang, Dodi Supriatna, menyoroti pentingnya kesiapan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan berkeluarga tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga mencakup aspek fisik, mental, emosional, spiritual, moral, pendidikan, hingga kemampuan finansial.

Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi selama kehamilan, konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu dan janin.

Baca juga:  Bupati Serang Resmikan Pusat Oleh-Oleh di Anyer: UMKM Naik Kelas, Wisata Makin Berkualitas

Dodi mengingatkan bahwa kehamilan pada usia terlalu muda dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga risiko stunting pada anak.

Oleh sebab itu, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pandeglang perlu dilakukan sejak usia remaja, salah satunya melalui edukasi mengenai risiko pernikahan dan kehamilan dini.

Remaja juga didorong untuk mempersiapkan masa depan melalui penerapan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, peningkatan pendidikan, kesiapan mental, serta perencanaan ekonomi sebelum menikah.

Selain itu, Dodi menekankan pentingnya perencanaan jumlah anak dan penggunaan alat kontrasepsi sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan pasangan untuk menjaga kesehatan ibu dan meningkatkan kualitas keluarga.

Melalui program Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), edukasi pranikah juga terus didorong dengan melibatkan pemerintah daerah dan Kementerian Agama guna meningkatkan kesiapan calon pengantin.

Sosialisasi Bangga Kencana ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat Kabupaten Pandeglang mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, serta pencegahan stunting.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan lintas sektor, pembangunan keluarga berkualitas diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!