TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Duka menyelimuti keluarga Muhammad Arif Alfarizi (8), siswa Sekolah Khusus (SKh) An-Nur Kota Tangerang yang meninggal dunia setelah diduga terpeleset saat bermain di sekitar pinggiran Sungai Cisadane.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mendatangi rumah duka di Jalan Harapan, Gang Beringin 2, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026).
Kedatangan Tinawati untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.
“Saya berkesempatan takziah ke rumah almarhum Arif. Saya baru tahu kabar bahwa almarhum meninggal dalam kondisi terjatuh,” ujar Tinawati seusai takziah.
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati juga memberikan bantuan untuk pelaksanaan tahlilan atau doa tujuh hari almarhum. Ia mendoakan agar amal ibadah Arif diterima Allah SWT dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
“Bagi orang tua yang memiliki anak istimewa seperti almarhum Arif, tidak ada yang tidak mungkin. Kita sebagai orang tua tentunya juga orang tua istimewa. Mudah-mudahan almarhum diterima amal baiknya di sisi Allah SWT,” katanya.
Tinawati mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap Arif saat sebelumnya berkunjung ke SKh An-Nur Kota Tangerang.
Menurutnya, Arif merupakan sosok anak yang mampu memberikan warna bagi lingkungan sekolah melalui senyum yang ditunjukkannya.
“Saya melihat almarhum Arif sebagai siswa yang mewarnai SKh An-Nur dengan senyumnya. Almarhum memberikan senyum terbaiknya dan menjadi penguat bagi rekan-rekan serta warga di sekitar rumahnya,” ucap Tinawati.
Kesan tersebut, kata dia, semakin terasa setelah dirinya berbincang dengan sejumlah warga di sekitar rumah almarhum.
“Itu kesan yang saya dapat setelah ngobrol dengan ibu-ibu warga di sini,” tuturnya.
Tinawati juga mengapresiasi perangkat lingkungan dan masyarakat yang selama ini berupaya menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, paman Arif, Achmad Mulyadi (33), mengatakan Arif dikenal biasa bermain sendiri dan jarang keluar dari lingkungan kampung.
Namun, pada Minggu (20/9/2026), Arif tidak kunjung pulang hingga waktu Maghrib.
“Saat kejadian, tidak seperti biasanya sudah Maghrib Arif belum pulang. Sampai keluarga bersama warga mencari ke mana-mana dan lapor polisi,” kata Mulyadi.
Pencarian kemudian membuahkan hasil pada keesokan harinya. Jasad Arif ditemukan mengambang dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit sebelum dimakamkan oleh keluarga.
Mulyadi mengatakan keluarga telah menerima kepergian Arif dengan ikhlas dan memutuskan tidak melakukan autopsi.
“Keluarga sudah ikhlas dan tak bersedia untuk diautopsi,” ujarnya.
Atas perhatian tersebut, Mulyadi mewakili keluarga menyampaikan terima kasih kepada Tinawati Andra Soni yang telah datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.















