RUBRIKBANTEN – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Sumatera–Jawa menunjukkan tren positif. Hingga H+6, sebanyak 79% pemudik dari Sumatera tercatat telah kembali ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.
Data mencatat sebanyak 713.702 penumpang telah menyeberang dari total 898.864 saat arus mudik. Sementara itu, jumlah kendaraan yang kembali mencapai 188.559 unit atau 79% dari total 239.920 unit.
Capaian ini menunjukkan distribusi arus balik yang lebih merata, sehingga mampu menekan potensi kepadatan pada puncak pergerakan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 28 Maret 2026 (00.00–23.59 WIB), tercatat 111.589 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa, turun 11% dibandingkan tahun lalu sebanyak 125.406 orang. Sementara total kendaraan mencapai 29.893 unit atau meningkat 3,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 29.839 unit.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, menegaskan kondisi operasional tetap terkendali meski arus balik berada pada fase puncak.
“Distribusi trafik yang semakin merata menjadi faktor kunci. Dengan pola ini, arus penyeberangan tetap dapat dikelola optimal meskipun volume pergerakan tinggi,” ujarnya.
Secara akumulatif periode H-10 hingga H+6, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 1.148.252 orang atau naik 2,5% dibanding tahun lalu sebanyak 1.120.046 orang. Sementara total kendaraan mencapai 278.950 unit atau tumbuh 5,9% dari 263.481 unit.
Untuk lintasan sebaliknya, dari Jawa ke Sumatera, tercatat 1.266.794 penumpang atau meningkat 2,3% dari 1.238.326 orang, dengan total kendaraan mencapai 320.283 unit atau naik 6,8% dibandingkan 299.824 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Langkah Antisipatif
Guna menjaga kelancaran arus balik, ASDP menerapkan sejumlah langkah strategis seperti optimalisasi armada kapal, skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), delaying system di buffer zone, serta pemberlakuan stimulus diskon tarif dan kebijakan tarif tunggal (single tarif).
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Merak. Sementara kendaraan logistik besar dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara guna mengurangi kepadatan di lintasan utama.
“Kami mengimbau seluruh pelaku logistik untuk mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan. Kepatuhan ini menjadi kunci menjaga kelancaran arus balik dan keselamatan bersama,” tegas Rio.
Kebijakan pembatasan tersebut berakhir pada Minggu (29/3) pukul 24.00 WIB, seiring normalisasi layanan pasca puncak arus balik. Diskon tarif masih berlaku hingga 31 Maret 2026.
Sementara itu, Dudy Purwagandhi yang meninjau langsung di Pelabuhan Bakauheni menyatakan arus balik berjalan baik dan terkendali. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan petugas.
Pemerintah memastikan seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan layanan secara optimal agar sisa pergerakan pemudik dapat terlayani dengan aman, nyaman, dan selamat.
ASDP pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta melakukan reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy guna menghindari kepadatan di pelabuhan.















