Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Sensus Ekonomi 2026 Rampung 100 Persen, Pemprov Banten Siapkan Strategi Pertumbuhan Ekonomi Baru

47
×

Sensus Ekonomi 2026 Rampung 100 Persen, Pemprov Banten Siapkan Strategi Pertumbuhan Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadikan hasil Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai pijakan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Data tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi sektor unggulan sekaligus membuka peluang sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peran strategis dalam memetakan struktur dan karakteristik dunia usaha di Banten.

Banner

Hal itu disampaikan Deden dalam kegiatan Insights Forum: Membedah Langkah Ekonomi Banten dan Penganugerahan Kontributor Data 2026 di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, hasil sensus tidak boleh berhenti sebagai kumpulan angka statistik, tetapi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Ini termasuk pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru serta perumusan strategi transformasi ekonomi Banten yang makin produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Deden.

Deden mengungkapkan, perekonomian Banten menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,79 persen, meningkat menjadi 5,37 persen pada 2025, dan mencapai 5,49 persen pada triwulan II 2026.

Baca juga:  Kurma Fiqh Kemasjidan Menggema, DKM Al Muhajirin Cetak Masjid Profesional dan Ramah Anak

Capaian tersebut menjadi modal optimisme bagi pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian Banten.

“Semangat optimisme ini hendaknya senantiasa kita jaga dan perkuat melalui kolaborasi, inovasi, serta kebijakan pembangunan yang makin tepat sasaran,” katanya.

Terlebih, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Banten sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,1 hingga 5,9 persen.

Meski demikian, Deden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerataan pembangunan.

Pengembangan kawasan industri baru, peningkatan investasi, dan penguatan sektor pariwisata juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Banten.

Deden berharap forum yang mengangkat tema Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026 tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah.

“Masukan dan rekomendasi dari forum ini akan menjadi landasan merumuskan kebijakan serta menyusun program pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca juga:  PKS Soroti PR Besar di HUT ke-27 Cilegon: Dari Kemiskinan hingga Lingkungan

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 100 persen.

Menurut Yusniar, keberhasilan pendataan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Data ini merupakan potret menyeluruh dari kondisi perekonomian masyarakat Banten berdasarkan fakta riil yang dikumpulkan oleh petugas di lapangan,” ungkapnya.

Yusniar menegaskan, data ekonomi yang valid dan terverifikasi menjadi instrumen penting untuk memastikan program pembangunan pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten yang mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”.

“Kata kuncinya adalah berdampak. Data yang kami himpun dari masyarakat harus berdampak serta menjadi tolok ukur dalam setiap pengambilan kebijakan agar benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Banten Deden Apriandhi bersama Kepala BPS Banten Yusniar Juliana juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi pemerintah dan pihak swasta yang dinilai berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!