CILEGON, RUBRIKBANTEN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI tahun 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026 dengan melibatkan ribuan tenaga pendidik di Kota Cilegon.
Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Menurutnya, rangkaian kegiatan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Selain kegiatan yang dipusatkan di tingkat kota, masing-masing pengurus PGRI tingkat kecamatan juga direncanakan menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan tersebut.
“Seperti biasanya, ini agenda tahunan yang rutin kita laksanakan setiap November. Insya Allah, untuk tingkat Kota Cilegon kita pusatkan pada tanggal 28 November,” ujar Bahrudin, Kamis (15/10/2026).
Bahrudin mengungkapkan, peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Cilegon.
Bahkan, sejumlah hadiah menarik tengah dipersiapkan untuk menambah semarak kegiatan, di antaranya hadiah umrah serta uang tunai sebesar Rp20 juta.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan dukungan. Ada hadiah umrah dan juga uang tunai Rp20 juta,” ungkapnya.
Meski demikian, Bahrudin menyebutkan bahwa konsep kegiatan secara keseluruhan masih dimatangkan bersama jajaran pengurus PGRI Kota Cilegon.
Tidak hanya diperuntukkan bagi guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), kegiatan tersebut juga diharapkan dapat melibatkan tenaga pendidik dari berbagai jenjang dan status kepegawaian.
Bahrudin memperkirakan jumlah guru dan tenaga pendidik di Kota Cilegon mencapai sekitar 7.800 orang, termasuk pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), PPPK paruh waktu, hingga tenaga honorer.
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan perkiraan dan memerlukan penyesuaian dengan data resmi.
“Kalau dengan honorer, PPPK paruh waktu dan PNS, mungkin ada sekitar 7.800 orang,” katanya.
Lebih lanjut, Bahrudin berharap momentum peringatan Hari Guru Nasional tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu mempererat solidaritas dan kebersamaan seluruh tenaga pendidik di Kota Cilegon.
Pihaknya juga berkeinginan melibatkan para pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) agar peringatan tersebut dapat dirasakan secara lebih luas.
“Kita memang tidak hanya guru, kita juga ingin teman-teman dari PAUD dan IGRA bisa bergabung bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Kota Cilegon berharap peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kebersamaan, serta memberikan apresiasi kepada para pendidik yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Kota Cilegon.













