CILEGON, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menegaskan komitmen penuh dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Damanhuri, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat merupakan kebijakan nasional yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan melalui pendidikan terintegrasi dari jenjang dasar hingga menengah.
“Sekolah Rakyat ini merupakan gagasan langsung dari Bapak Presiden untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Damanhuri saat ditemui di Ruang Plt Asda I Setda Kota Cilegon, Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang masa depan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh pendidikan yang layak dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.
Namun demikian, Damanhuri mengungkapkan bahwa Pemkot Cilegon masih menghadapi kendala dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, dibutuhkan lahan minimal seluas 30 hektare.
“Setelah dilakukan pembahasan lintas perangkat daerah, Cilegon belum memiliki aset lahan seluas 30 hektare. Lahan terluas yang ada hanya milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di kawasan KPT dengan luas sekitar 9,5 hektare,” jelasnya.
Selain belum memenuhi luasan, lahan tersebut juga dinilai tidak memenuhi syarat teknis karena memiliki tingkat kemiringan lebih dari 30 persen, sementara ketentuan maksimal hanya 20 persen. Ditambah lagi, status sertifikat lahan tersebut masih dalam proses.
Meski demikian, Pemkot Cilegon memastikan tidak tinggal diam. Sebagai langkah konkret, Pemkot telah memfasilitasi 17 siswa jenjang SMA asal Cilegon untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan.
“Kami memfasilitasi 17 siswa tersebut, mulai dari keberangkatan hingga kebutuhan pendidikannya. Ini bentuk komitmen kami agar anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapatkan akses pendidikan,” tegas Damanhuri.
Sementara itu, Plt Asda I Setda Pemkot Cilegon, Bambang Hario Bintan, menegaskan bahwa dukungan terhadap Sekolah Rakyat merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari visi pembangunan daerah.
“Ini adalah amanah konstitusi, kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Menurut Bambang, program Sekolah Rakyat selaras dengan visi dan misi kepala daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Cilegon.
“Kami mendukung penuh program ini, tentu dengan menyesuaikan kemampuan dan kondisi riil daerah. Ke depan, kami akan terus mencari solusi terbaik agar Sekolah Rakyat dapat hadir di Kota Cilegon,” pungkasnya.















