CILEGON, RUBRIKBANTEN — Gangguan tulang dan sendi kini tak lagi identik dengan kelompok lanjut usia. Masyarakat usia produktif juga mulai rentan mengalami keluhan serupa akibat kebiasaan kurang bergerak, terlalu lama duduk, hingga aktivitas fisik yang dilakukan tanpa memperhatikan kemampuan tubuh.
Dokter Spesialis Ortopedi Eka Hospital Cilegon, dr. Maulana Hasymi Hutabarat, mengatakan kesehatan tulang dan sendi menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, bekerja, berolahraga hingga melakukan kegiatan sederhana.
“Padahal, keluhan seperti nyeri punggung, nyeri lutut, pegal pada leher, hingga nyeri pada sendi dapat dialami sejak usia produktif,” kata dr. Maulana, Rabu (25/8/2026).
Menurutnya, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan tulang dan sendi. Di antaranya duduk terlalu lama, kurang bergerak, aktivitas fisik berlebihan, postur tubuh yang kurang baik, serta cedera ketika berolahraga.
Salah satu keluhan yang cukup sering dialami masyarakat usia produktif adalah nyeri punggung atau pinggang. Keluhan tersebut kerap dianggap sebagai hal biasa, terutama setelah bekerja atau melakukan aktivitas dalam waktu lama.
Namun, menurut dr. Maulana, nyeri yang muncul berulang kali atau disertai keterbatasan gerak tidak seharusnya diabaikan. Pemeriksaan diperlukan apabila keluhan terus berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menunda pemeriksaan ketika keluhan terus muncul dapat membuat aktivitas seseorang semakin terbatas. Karena itu, masyarakat perlu mengenali perubahan kondisi tubuh dan tidak menganggap seluruh rasa nyeri sebagai keluhan biasa.
Untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi, masyarakat dianjurkan rutin melakukan aktivitas fisik. Selain itu, postur tubuh ketika bekerja, duduk, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Masyarakat juga disarankan tidak berada dalam satu posisi terlalu lama. Tubuh perlu diberi kesempatan untuk bergerak secara berkala agar tidak terus-menerus terbebani dalam posisi yang sama.
Dalam berolahraga, persiapan juga menjadi hal penting. Pemanasan, penggunaan teknik yang benar, serta penyesuaian jenis dan intensitas latihan dengan kemampuan tubuh dapat membantu mengurangi risiko cedera.
“Olahraga memberikan banyak manfaat bagi tubuh, tetapi aktivitas yang dilakukan tanpa persiapan atau melebihi kemampuan tubuh dapat meningkatkan risiko cedera,” ujarnya.
Selain aktivitas fisik, pola hidup sehat turut berperan dalam menjaga kondisi tulang dan sendi. Asupan nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Masyarakat juga perlu mewaspadai sejumlah tanda yang tidak boleh diabaikan, seperti nyeri yang menetap atau berulang, keterbatasan gerak, pembengkakan pada area tertentu, maupun keluhan setelah mengalami cedera.
Kondisi tersebut sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi.
“Menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan hanya dilakukan ketika sudah memasuki usia lanjut. Justru, kebiasaan menjaga kesehatan tulang perlu dimulai sejak usia muda agar tubuh tetap dapat bergerak dan beraktivitas dengan baik di kemudian hari,” pungkasnya.















