PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Sebuah speed boat yang membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). Hingga malam hari, keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya belum diketahui.
Kondisi tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran oleh Tim SAR Gabungan yang langsung dikerahkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator menyebutkan, delapan orang yang berada di dalam speed boat terdiri atas dua awak kapal, seorang guide, dan lima jurnalis.
Mereka masing-masing Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK, serta Heriyanto (49) sebagai guide. Sementara lima lainnya yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal, yang merupakan jurnalis dari sejumlah media.
Begitu laporan diterima, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak sekitar pukul 14.15 WIB menuju lokasi kejadian. Penyisiran dilakukan ke arah Krakatau dan sejumlah titik perairan yang diduga menjadi jalur atau lokasi terakhir keberadaan speed boat.
Pencarian juga diperkuat RIB 02 Banten yang menyisir kawasan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang tersebut.
Upaya pencarian kemudian diperkuat dengan keberangkatan KN SAR Tetuka 247 dari Pelabuhan BBJ. Kapal tersebut melakukan penyisiran sekaligus pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.
Sekitar pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba di perairan Sangiang. Namun, kondisi arus yang cukup kencang membuat kapal tidak dapat lego jangkar. Tim kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual.
Hasilnya masih nihil.
KN SAR Tetuka 247 tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 22.12 WIB. Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing untuk mengevaluasi pelaksanaan pencarian hari pertama.
Dari hasil evaluasi tersebut, operasi SAR diputuskan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) dengan memperluas area pencarian berdasarkan kondisi lapangan dan hasil evaluasi tim.
Sejumlah unsur dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat hingga unsur media.
Peralatan yang digunakan juga cukup lengkap, di antaranya KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta perlengkapan SAR air, medis, komunikasi dan peralatan pendukung lainnya.
Operasi pencarian hari pertama ditutup dengan hasil nihil. Delapan orang yang berada di dalam speed boat, termasuk lima jurnalis, masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan kembali bergerak pada hari berikutnya dengan memperluas penyisiran di perairan Selat Sunda.















