Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten LebakKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Mahasiswa STIT AD-Da’wah Bangun Pagar Bambu untuk Cegah Sampah Sembarangan di Warunggunung

66
×

Mahasiswa STIT AD-Da’wah Bangun Pagar Bambu untuk Cegah Sampah Sembarangan di Warunggunung

Sebarkan artikel ini

LEBAK, RUBRIKBANTEN – Suasana cerah menyelimuti Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Selasa (11/8/2026). Di tengah aktivitas warga, belasan mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) AD-Da’wah tampak antusias bergotong royong membuat pagar bambu sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Bermasyarakat (KKB).

Sebanyak 15 mahasiswa peserta KKB membangun pagar bambu di salah satu titik yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan oleh warga. Pagar tersebut dibuat sebagai pembatas sekaligus upaya menjaga kebersihan lingkungan desa.

Banner

Ketua KKB Desa Padasuka STIT AD-Da’wah, Tani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk karya sosial mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Ada tiga lokasi pelaksanaan KKB kami, yaitu Jagabaya, Cempaka, dan Desa Padasuka di Kecamatan Warunggunung,” ujarnya.

Menurutnya, selain pembuatan pagar bambu, mahasiswa juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan lingkungan.

“Kegiatannya cukup banyak, mulai dari mengajar di madrasah, peningkatan literasi pendidikan, pembuatan papan nama untuk TK, mading berbahan kayu, hingga papan informasi tentang penguraian sampah,” jelasnya.

Baca juga:  Sungai Gus Ipul Disucikan: Gotong Royong Bersihkan Sungai sebagai Warisan Sosial

Ia menambahkan, KKB tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga sarana melatih kepribadian, memperluas wawasan, serta belajar memecahkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Intinya kami membantu merencanakan dan melaksanakan pembangunan, meningkatkan kemampuan berpikir, serta memberdayakan potensi lokal daerah. Alhamdulillah, warga menyambut baik keberadaan kelompok kami di sini,” tuturnya.

Salah seorang mahasiswi peserta KKB, Rizqia Suci Imanni, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah menjalani pengabdian selama satu bulan di Desa Padasuka.

“Kami memulai KKB di Desa Padasuka sejak 12 Juli 2026. Artinya sekarang sudah genap sekitar 30 hari berada di sini,” katanya.

Rizqia berharap keberadaan mahasiswa STIT AD-Da’wah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam menambah pengetahuan dan pemahaman warga.

“Harapannya, semoga keberadaan kami di sini bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Dari yang belum tahu menjadi tahu, yang belum paham menjadi paham, dan yang belum mengerti menjadi mengerti,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sederhana seperti pembuatan pagar bambu hingga edukasi literasi dan pengelolaan sampah, mahasiswa STIT AD-Da’wah berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Padasuka selama pelaksanaan KKB berlangsung.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!