SERANG, RUBRIKBANTEN – Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, menyampaikan pidato penuh refleksi sekaligus semangat regenerasi dalam pembukaan Kongres VII BM PAN di salah satu hotel di Anyer. Di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, jajaran pengurus, menteri, kepala daerah, serta kader dari 38 provinsi, Pasha menegaskan bahwa masa kepemimpinannya selama lima tahun menjadi perjalanan berharga dalam mengabdi kepada masyarakat.
Pasha mengaku, kepercayaan yang diberikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah mengubah cara pandangnya terhadap politik. Menurutnya, terjun langsung ke tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan rakyat memberikan makna yang jauh lebih besar dibandingkan hanya menghibur masyarakat melalui panggung musik.
“Saya diberikan kesempatan oleh Ketua Umum untuk memahami denyut rakyat. Ternyata hadir di tengah masyarakat dan menghapus kesedihan mereka jauh lebih bermakna daripada sekadar menghibur lewat konser,” ujar Pasha dalam sambutanya, Jumat (10/7/2026).
Ia juga mengenang awal penugasannya memimpin BM PAN yang diwarnai rasa ragu karena berlatar belakang sebagai penyanyi. Namun, berkat dukungan para senior dan kader PAN, amanah tersebut mampu dijalankan hingga tuntas.
Dalam pidatonya, Pasha menepis anggapan yang selama ini melekat bahwa PAN merupakan “Partai Artis Nasional”. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan, kader dari kalangan artis tidak pernah dipandang sebagai kader kelas dua, melainkan diberikan ruang yang sama untuk berkontribusi dan memimpin.
Pasha turut memberikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ahmad Rizki Sadig, Ahmad Johan, serta sejumlah tokoh PAN yang dinilainya memiliki peran besar dalam membina kader muda.
Ia menyebut masa kepemimpinan Zulkifli Hasan sebagai periode keemasan BM PAN. Menurutnya, semakin banyak kader organisasi sayap PAN yang dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun partai.
Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Ketua Umum BM PAN, Pasha menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya mampu membawa BM PAN semakin solid dan melahirkan kader-kader terbaik.
“Kita persiapkan diri menuju target besar yang selalu disampaikan Ketua Umum, yaitu menjadikan PAN sebagai tiga besar partai politik di Indonesia,” tegasnya yang disambut yel-yel kader BM PAN.
Kongres VII BM PAN menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus konsolidasi kader muda PAN menjelang agenda-agenda politik nasional. Kader BM PAN dari 38 provinsi hadir untuk mengikuti proses pemilihan ketua umum baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.















