CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kepala Yayasan Haji Jaidan di Lingkungan Kaserangan, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, menegaskan bahwa operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, tetapi juga berdampak langsung terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.
Ia menyebutkan, dapur MBG yang dikelolanya melibatkan lebih dari 50 tenaga kerja, yang hampir seluruhnya merupakan warga lokal Rawa Arum.
“Alhamdulillah, hampir 99 persen pekerja di sini adalah warga sekitar, kecuali koki yang memang harus memiliki sertifikasi sesuai arahan dari pusat. Ini menjadi salah satu bentuk manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain membuka lapangan kerja, pihaknya juga menggandeng pelaku UMKM lokal untuk penyediaan makanan tambahan seperti pastel, lemper, dan aneka snack yang turut didistribusikan, termasuk untuk kegiatan posyandu.
Terkait isu bau menyengat yang sempat dikeluhkan warga, ia membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa kebersihan dapur selalu menjadi prioritas utama.
“Sebenarnya itu tidak benar. Kami rutin melakukan pembersihan, bahkan dua kali dalam seminggu secara menyeluruh. Kalau pun ada bau, itu wajar saat proses pembersihan berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi dapur maupun saluran limbah dapat dicek langsung di lapangan dan dipastikan dalam keadaan bersih serta terkelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak ke lingkungan.
Menurutnya, dapur MBG yang dikelola telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk dalam aspek sanitasi dan pengolahan bahan makanan.
“Dari pagi sampai malam dapur selalu dikontrol, mulai dari kepala dapur, kru, ahli gizi, hingga bagian pengawasan bahan baku. Semua dipastikan layak konsumsi dan bergizi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan pengalaman panjangnya di bidang katering, termasuk pernah mengelola usaha katering besar dengan kapasitas hingga ribuan porsi per hari, menjadi bekal dalam menjaga kualitas dapur MBG.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa dapur yang dikelolanya menjadi salah satu yang paling bersih berdasarkan hasil pemantauan tim kesehatan dan pemerintah daerah.
“Beberapa kali sudah dilakukan kontrol oleh tim dari pemkot, termasuk Sekda, wali kota, hingga unsur Forkopimda. Hasilnya dinilai baik,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan masukan secara langsung apabila menemukan hal yang kurang sesuai.
“Kalau ada keluhan, silakan datang baik-baik. Kami terbuka untuk menerima masukan dan siap memperbaiki jika memang ada yang belum sesuai SOP,” tutupnya.















