Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Isu Persaingan Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 Diluruskan, Tokoh Budaya Cilegon Sepakat Bersatu

137
×

Isu Persaingan Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 Diluruskan, Tokoh Budaya Cilegon Sepakat Bersatu

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Isu dugaan persaingan antara penyelenggaraan Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 akhirnya mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh kebudayaan di Kota Cilegon. Kedua agenda tersebut ditegaskan bukan sebagai kegiatan yang saling bertentangan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk memajukan kebudayaan Banten.

Penegasan itu disampaikan dalam pertemuan silaturahmi yang mempertemukan tokoh budaya, organisasi pencak silat, unsur Pemerintah Kota Cilegon, kepolisian, hingga sejumlah elemen masyarakat.

Banner

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meluruskan berbagai isu yang sebelumnya berkembang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara para pegiat kebudayaan.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi dalam memajukan kebudayaan daerah.

Menurutnya, berbagai kegiatan kebudayaan semestinya dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, serta membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, Abdul Rojak, menyambut positif sekaligus menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi pencak silat dan komunitas kebudayaan dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Sementara itu, Maestro Budaya Kota Cilegon, Abah Jamhari Sakti, menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman organisasi maupun penyelenggara kegiatan.

“Semua sebagai anak,” pesan Abah Jamhari Sakti.

Baca juga:  Tempa Mental Generasi Muda di Lereng Gunung, Saka Bhayangkara Polres Cilegon Tanamkan Disiplin dan Karakter

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh pegiat budaya merupakan bagian dari keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mewariskan tradisi leluhur.

Ketua Panitia Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026, Rizal Arif Baihaqi, secara tegas membantah adanya pertentangan maupun persaingan tujuan antara kedua agenda kebudayaan tersebut.

“Perlu kami tegaskan bahwa Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 merupakan satu kesatuan agenda pemajuan kebudayaan. Tidak ada pertentangan, tidak ada persaingan, dan tidak ada perbedaan tujuan. Keduanya saling mendukung dan saling menguatkan,” ujar Rizal.

Ia meminta agar isu-isu yang sebelumnya beredar tidak dijadikan alasan untuk membangun sekat di antara organisasi, komunitas, maupun para pelaku kebudayaan.

Menurut Rizal, perbedaan nama kegiatan, penyelenggara, hingga konsep acara merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya dimaknai sebagai persaingan dalam memperjuangkan pelestarian budaya.

“Kita tidak sedang membangun persaingan antarkegiatan, tetapi membangun persatuan. Kepentingan kita jauh lebih besar daripada sekadar penyelenggaraan sebuah acara, yaitu bagaimana kebudayaan Cilegon dan Banten tetap hidup, berkembang, serta dikenal oleh generasi mendatang dan masyarakat dunia,” tegasnya.

Golok dan Pencak Silat Jadi Identitas Budaya Banten

Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 dijadwalkan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Pencak Silat Maestro dan Golok Pusaka, Sultan Hasanuddin Journey, Banten Heritage Walk, hingga Parade Budaya.

Baca juga:  Banten Siap Jadi Raksasa Industri Halal Nasional

Agenda bertaraf internasional tersebut juga melibatkan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Italia, Belanda, dan Prancis.

Sementara itu, Golok Day menjadi wadah apresiasi terhadap golok sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Banten yang sarat nilai sejarah, filosofi, keterampilan, dan identitas daerah.

Kedua kegiatan tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat karena pencak silat dan golok merupakan bagian dari kekayaan tradisi serta perjalanan sejarah masyarakat Banten.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, penyelenggaraan kedua agenda itu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pertemuan silaturahmi tersebut turut dihadiri Kasat Intel Polres Cilegon AKP Riswan Wijaya, Ketua FPSTI Banten Bambang Andrianto, Sekretaris Jenderal IPSI Kota Cilegon Fatur R. Sadely, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Tengku Herrysyah Putra, serta Kabid Kebudayaan Dindikbud Kota Cilegon Eva Warni.

Hadir pula Ketua Yayasan Mengetuk Pintu Langit Deden Sunandar dan Ustadz Arifin Al-Bantani selaku anggota Dewan Kehormatan Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD).

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan penyelenggaraan kedua agenda kebudayaan.

Melalui pertemuan ini, para pihak berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang dapat mengganggu semangat kebersamaan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Cilegon dan Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!