Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Fraksi PAN DPRD Serang Minta Tambang Dievaluasi Menyeluruh Usai Banjir Bojonegara

214
×

Fraksi PAN DPRD Serang Minta Tambang Dievaluasi Menyeluruh Usai Banjir Bojonegara

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bojonegara dan sekitarnya mulai memunculkan dugaan adanya kaitan dengan aktivitas tambang. Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Serang, Desi Ferawati, meminta pemerintah segera menelusuri penyebab banjir secara serius, termasuk kemungkinan dampak dari aktivitas tambang.

Desi mengaku pihaknya baru mengetahui kondisi banjir yang terjadi di masyarakat dari pemberitaan media. Karena itu, menurutnya perlu dilakukan penelusuran mendalam untuk memastikan faktor penyebabnya.

Banner

“Yang ada kita juga belum mengetahui kondisi di masyarakat secara langsung, taunya dari media. Makanya kita harus cari tahu dulu sebab akibat banjir itu apa,” kata Desi.

Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi lintas pemerintah, mulai dari desa hingga pemerintah pusat, tergantung kewenangan dari persoalan yang ditemukan.

“Kalau kewenangannya di provinsi kita koordinasi ke provinsi, kalau pusat ya ke pusat. Intinya kita harus sinergi dan kolaborasi dari bawah sampai ke atas supaya masalah masyarakat bisa ditangani,” ujarnya.

Baca juga:  Golkar Cilegon Resmi Tunjuk Ratu Amalia Hayani Jadi Plt Ketua, Gantikan Ratu Ati

Dugaan Dampak Aktivitas Tambang

Dalam keterangannya, Desi juga menyinggung potensi dampak aktivitas galian atau tambang terhadap lingkungan yang bisa memicu banjir. Ia mencontohkan pengalaman di wilayah Gunung Pinang yang menurutnya pernah diprediksi berpotensi menimbulkan banjir.

Menurut Desi, sejak tahun 2017 keluarganya yang saat itu menjabat kepala desa sudah mengingatkan bahwa aktivitas galian di kawasan tersebut dapat berdampak terhadap aliran air di wilayah sekitar.

“Waktu itu sudah diprediksi kalau aktivitas galian di Gunung Pinang bisa berdampak banjir beberapa tahun ke depan. Dan sekarang beberapa wilayah memang mulai terdampak,” ungkapnya.

Meski demikian, Desi menegaskan belum bisa memastikan apakah banjir yang terjadi di Bojonegara benar-benar disebabkan oleh aktivitas tambang. Ia meminta semua pihak tidak langsung menyimpulkan sebelum ada data yang jelas.

“Saya tidak menyampaikan bahwa banjir di Bojonegara karena tambang nakal. Kita harus tahu dulu penyebabnya, apakah dari tambang, infrastruktur, atau faktor lain seperti drainase dan curah hujan,” jelasnya.

Soroti Tambang Ilegal

Desi juga menyoroti adanya laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas tambang yang tidak memiliki izin di Kabupaten Serang. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan dan pengawasan secara ketat.

Baca juga:  BPRSCM Genjot 10 Ribu Rekening Lewat Tabungan Ukhwah

“Harus ada data konkret tambang-tambang ilegal itu di mana saja. Dampaknya seperti apa. Ini perlu pengawasan serius,” tegasnya.

Ia bahkan mendorong agar pemerintah daerah menggelar rapat khusus bersama para pengusaha tambang untuk mengevaluasi dampak kegiatan mereka terhadap lingkungan.

“Kalau mereka ingin melanjutkan usaha, syaratnya harus jelas, keamanan lingkungan harus terjamin dan masyarakat tidak boleh dirugikan,” katanya.

Desi menegaskan persoalan banjir yang kini terjadi harus menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua pihak. Pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat diminta duduk bersama untuk mencari solusi agar bencana serupa tidak terus berulang.

“Ini PR kita bersama. Kita harus duduk bersama, cari tahu penyebabnya dan solusi yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!