SERANG, RUBRIKBANTEN – Ratu Rachmatuzakiyah memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakor Forkopimda) Kabupaten Serang di Pendopo Bupati, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, berbagai isu strategis menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dibahas, mulai dari stabilitas harga sembako, ketahanan pangan, keamanan wilayah hingga antisipasi kemacetan di kawasan wisata.
Ratu Zakiyah menegaskan, rakor kali ini menjadi pertemuan ketiga bersama seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Serang guna memastikan kondisi daerah tetap aman dan kondusif menjelang Iduladha.
“Hari ini adalah rapat ke-3 dengan seluruh anggota Forkopimda di Kabupaten Serang, membahas isu strategis menjelang Iduladha. Pertama menjelang Iduladha 1447 Hijriah yang sebentar lagi akan kita laksanakan bersama,” ujar Ratu Zakiyah kepada wartawan usai rapat.
Selain membahas kesiapan Iduladha, Pemkab Serang juga menyoroti stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, kondisi harga sembako hingga saat ini masih relatif aman dan terkendali.
“Harga sembako sebagian besar masih stabil. Beras masih stabil, kemudian ada satu sampai dua komoditas yang masih tinggi yakni cabai keriting dan cabai rawit hijau yang harganya di atas Rp50 ribu per kilogram. Kalau telur turun, daging stabil. Jadi secara keseluruhan harga masih normal,” katanya.
Dalam rakor tersebut, unsur lintas sektoral juga diminta memperkuat pengamanan jalur lalu lintas menjelang cuti bersama pada 14 hingga 17 Mei 2026. Pemkab Serang mengantisipasi lonjakan kendaraan terutama menuju kawasan wisata yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Saya meminta unsur Forkopimda, khususnya Satpol PP dan Dishub, untuk mengatur lalu lintas di wilayah Kabupaten Serang, karena akan banyak terjadi kemacetan khususnya di wilayah pariwisata,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ratu Zakiyah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Badan Pangan Nasional (Bapanas), atas tambahan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Sebelumnya, Kabupaten Serang hanya mendapatkan alokasi bantuan untuk 64 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun setelah koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Bapanas, jumlah penerima bantuan meningkat drastis menjadi 190 ribu KPM.
“Kami sampaikan bahwa Januari, Februari, dan Maret kami mengalami bencana dan 830 hektare gagal panen, sehingga membutuhkan support dari pemerintah pusat. Alhamdulillah tahun ini meningkat tiga kali lipat, dari 64 ribu menjadi 190 ribu penerima manfaat,” ungkapnya.
Rakor Forkopimda tersebut turut dihadiri Muhammad Najib Hamas, Zaldi Dhuhana, unsur Forkopimda serta para pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.















