CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon membantah adanya keterlibatan dalam proses rekrutmen peserta pelatihan satuan pengamanan (satpam) yang belakangan menjadi sorotan publik karena diduga terdapat peserta titipan.
Kepala Disnaker Kota Cilegon, Sri Widayati, menegaskan bahwa pelatihan satpam tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan merupakan kerja sama pihak perusahaan dengan pemerintah daerah.
“Pelatihan satpam kemarin tidak menggunakan APBD. Justru kami berterima kasih karena tidak ada dana APBD yang digunakan. Program ini bisa berjalan berkat dukungan Pak Wali Kota dan pihak perusahaan,” kata Sri Widayati.
Ia menjelaskan, Disnaker hanya memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan, sementara proses rekrutmen dan penetapan peserta sepenuhnya dilakukan oleh pihak perusahaan penyelenggara.
“Yang merekrut peserta itu perusahaan sendiri. Kami hanya memfasilitasi tempat saja,” ujarnya.
Sri juga membantah tudingan bahwa Disnaker memperoleh keuntungan dari pelaksanaan program tersebut.
“Tidak ada satu rupiah pun yang kami ambil. Sama sekali tidak ada,” tegasnya.
Menurut Sri, program pelatihan satpam tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang melibatkan perusahaan penyedia jasa keamanan, termasuk PT Bripindo Sejahtera dan pihak industri yang bekerja sama dalam penyiapan tenaga kerja keamanan.
Ia menambahkan bahwa komitmen perusahaan dalam program pelatihan dan penyerapan tenaga kerja harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Jangan sampai MoU hanya di atas kertas, tetapi harus ada tindak lanjut dan realisasi kerja nyatanya,” katanya.
Sebelumnya, muncul dugaan adanya peserta titipan dalam pelatihan satpam yang diselenggarakan di Kota Cilegon. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait transparansi proses seleksi peserta. Namun, Disnaker menegaskan bahwa mekanisme penerimaan peserta bukan berada di bawah kewenangannya, melainkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan penyelenggara.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Disnaker berharap tidak ada kesalahpahaman di masyarakat terkait pelaksanaan program pelatihan satpam yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan peluang kerja bagi warga Kota Cilegon.















