CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dewan Pendidikan Kota Cilegon memperkuat sinergi lintas sektor dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon untuk mendorong penguatan pendidikan inklusif sekaligus melakukan sinkronisasi data anak usia sekolah.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kota Cilegon ke kantor Dinsos. Rombongan dipimpin Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Dr. Syaeful Bahri, bersama Anggota Dewan Pendidikan, Edi M. Abduh.
Kedatangan mereka disambut Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, S.T., M.Si., didampingi Sekretaris Dinsos, Idad Musadad.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Syaeful Bahri, mengatakan persoalan pendidikan inklusif tidak dapat ditangani hanya oleh satu instansi. Menurutnya, dibutuhkan integrasi program dan data lintas sektor agar intervensi terhadap anak yang membutuhkan perhatian dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar menyediakan sekolah, tetapi bagaimana sistem pendukung di sekitarnya berjalan. Melalui kolaborasi dengan Dinsos ini, kita ingin memastikan anak-anak berkebutuhan khusus maupun yang rentan putus sekolah terdata secara presisi dan memperoleh hak pendidikannya tanpa hambatan,” ujar Syaeful.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam kerja sama tersebut adalah membangun basis data yang lebih terpadu, khususnya terkait anak berkebutuhan khusus (ABK), anak dari keluarga kurang mampu, serta anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.
Data yang sinkron dinilai penting agar program bantuan pendidikan dan berbagai bentuk intervensi pemerintah tidak salah sasaran.
Selain penguatan data, Dewan Pendidikan bersama Dinsos juga mendorong peningkatan kesiapan sekolah reguler dalam menerapkan pendidikan inklusif. Sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Upaya pencegahan anak putus sekolah juga menjadi perhatian. Pemetaan bersama akan dilakukan untuk mengidentifikasi anak usia sekolah yang belum mendapatkan layanan pendidikan formal sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Tak kalah penting, sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat advokasi dan sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi stigma terhadap anak berkebutuhan khusus sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan yang setara.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma menyambut positif kolaborasi tersebut. Dinsos menyatakan kesiapan untuk menyelaraskan basis data terpadu guna mendukung penyaluran bantuan sosial pendidikan maupun fasilitas pendukung bagi anak berkebutuhan khusus.
Dengan adanya sinkronisasi data dan penguatan koordinasi antarlembaga, bantuan diharapkan dapat diberikan secara lebih efektif, transparan, dan sesuai kebutuhan penerima.
Kolaborasi Dewan Pendidikan dan Dinsos Kota Cilegon ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif sekaligus mencegah anak usia sekolah terlepas dari layanan pendidikan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkeadilan di Kota Cilegon.















