Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialTeknologiUMKM

Dari Cilegon untuk Dunia: Hj Rina Rahmayanti Sulap Batik Jadi Jalan Harapan dan Kemandirian

99
×

Dari Cilegon untuk Dunia: Hj Rina Rahmayanti Sulap Batik Jadi Jalan Harapan dan Kemandirian

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Tidak semua perempuan menghadirkan perubahan dari panggung besar. Sebagian memilih menyalakan harapan dari ruang-ruang sederhana, lalu membiarkan manfaatnya tumbuh luas di tengah masyarakat. Sosok itu hadir dalam diri Hj Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik, yang menjadikan batik bukan sekadar karya budaya, tetapi juga jalan pemberdayaan bagi sesama.

Di tangan dan ketekunannya, Rinara Batik berkembang lebih dari sekadar usaha kreatif. Tempat ini menjelma menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang harapan. Anak-anak berkebutuhan khusus, perempuan, hingga masyarakat sekitar mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan menghasilkan karya bernilai. Rina membuktikan bahwa batik tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai kemanusiaan.

Banner

“Bagi saya, batik bukan hanya tentang motif dan warna, tetapi bagaimana karya ini bisa membuka jalan hidup bagi banyak orang. Ketika karya itu mampu memberi penghasilan dan kepercayaan diri, di situlah batik memiliki makna sesungguhnya,” ujar Rina.

Sebagai UMKM binaan PLN UID Banten, Rinara Batik aktif menggelar pelatihan membatik dan menjahit bagi siswa Sekolah Khusus (SKh), kelompok usaha bersama, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di Cilegon. Program ini menjadi ruang tumbuh bagi banyak pihak untuk memperoleh keterampilan dan peluang ekonomi baru.

Baca juga:  Tanah WNA Tak Bisa Sembarangan, ATR/BPN–Kemlu Perketat Koordinasi

Khusus bagi siswa berkebutuhan khusus, pelatihan ini menghadirkan harapan yang nyata. Mereka tidak hanya belajar membatik dan menjahit, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai jual seperti tote bag, sarung bantal, dan taplak meja. Dari tangan-tangan yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata, kini lahir karya yang membanggakan.

“Melihat mereka tersenyum saat membawa pulang hasil karyanya sendiri adalah kebahagiaan yang sulit digambarkan. Mereka hanya butuh kesempatan,” kata Rina.

Tak berhenti di situ, Rinara Batik juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Masyarakat dilibatkan sebagai penjahit, pengrajin cap batik, hingga tenaga produksi. Dengan dukungan peralatan berbasis listrik, usaha ini mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing UMKM agar terus tumbuh berkelanjutan.

Dedikasi tersebut membuahkan berbagai penghargaan, mulai dari Juara 1 UMKM Award Kota Cilegon, Gold Bina Mitra UMKM, hingga penghargaan desain motif batik tingkat daerah. Kiprahnya bahkan menembus forum internasional melalui BIMP-EAGA di Jakarta, memperkenalkan batik inklusif kepada delegasi negara-negara ASEAN.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan komitmen PLN dalam mendorong lahirnya lebih banyak perempuan berdaya melalui pembinaan UMKM.

Baca juga:  AHY Serahkan 34 Sertipikat Tanah di Lebak: Kepastian Hukum untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

“Semangat R.A. Kartini hari ini tercermin pada perempuan-perempuan Indonesia yang terus berkarya, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungannya. PLN berkomitmen mendukung pemberdayaan perempuan melalui UMKM yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih dari seabad setelah Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk belajar dan berkembang, semangat itu terus hidup dalam bentuk nyata. Dari Cilegon, Hj Rina Rahmayanti menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan bahwa perempuan hebat adalah mereka yang tidak hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak orang lain untuk bangkit bersama.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!