TANGERANG, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menggencarkan upaya preventif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini telah menjangkau sekitar 6,2 juta warga atau 48 persen dari populasi di Banten.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau pelaksanaan CKG di Kantor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, layanan kesehatan didukung 10 puskesmas dengan target partisipasi sebanyak 300 warga.
Andra mengatakan, program CKG menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah paradigma kesehatan masyarakat, dari yang semula lebih berorientasi pada pengobatan setelah sakit menjadi penguatan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebab, sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang dianggap serius sejak awal.
“Ini adalah upaya kita melakukan pencegahan, mendeteksi, dan menangani penyakit sejak dini,” ujar Andra.
Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat yang kerap menganggap keluhan ringan seperti masuk angin sebagai penyakit biasa dan memilih membeli obat di warung. Padahal, menurutnya, keluhan tersebut bisa saja menjadi tanda awal penyakit lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Andra menegaskan CKG tidak hanya ditujukan untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“CKG ini merupakan upaya kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan. Ini akan menjadi gerakan bersama yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” katanya.
Capaian Banten Lampaui Target Nasional
Andra menyebut capaian CKG di Provinsi Banten saat ini telah mencapai 48 persen, atau sekitar 6,2 juta jiwa. Angka tersebut telah melampaui target nasional sebesar 46 persen.
Khusus Kabupaten Tangerang, partisipasi CKG juga telah mencapai 48 persen dengan jumlah warga yang mengikuti program lebih dari 1,6 juta orang.
“Program ini akan terus kita gencarkan sebagai langkah pencegahan demi menjaga kesehatan masyarakat,” tegas Andra.
Tak hanya CKG, Pemkab Tangerang juga menjalankan intervensi untuk menekan angka stunting melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting di Kecamatan Mauk.
Intervensi tersebut dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Andra menyebut program tersebut telah menunjukkan hasil positif berupa penurunan angka stunting.
“Melalui inovasi itu, Alhamdulillah hasilnya menunjukkan penurunan angka stunting yang cukup signifikan,” ujarnya.
CKG, Stunting hingga TBC Jadi Fokus di Mauk
Bupati Tangerang Maesyal Rosyid mengatakan terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan kesehatan di Kecamatan Mauk, yakni CKG, penanganan stunting, dan pemeriksaan tuberkulosis (TBC).
Maesyal memastikan arahan Gubernur Banten untuk memperluas cakupan layanan kesehatan tersebut akan ditindaklanjuti ke wilayah lain di Kabupaten Tangerang.
“Kami akan menindaklanjuti arahan dari Pak Gubernur untuk memperluas cakupan layanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan program pemerintah ini,” kata Maesyal.
Sementara itu, Camat Mauk Angga Yuliantono mengatakan layanan kesehatan gratis sangat membantu masyarakat, terutama karena karakteristik warga di wilayah pesisir Mauk cukup beragam.
Warga Mauk berasal dari berbagai profesi, mulai dari nelayan, petani, pedagang hingga pekerja sektor formal. Kondisi tersebut membuat keluhan kesehatan masyarakat juga beragam.
“Kami sering mendapat keluhan dari warga yang menderita penyakit seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol, hingga TBC,” ungkap Angga.
Ia berharap CKG dapat mendorong masyarakat lebih aktif memantau kondisi kesehatan secara berkala sehingga penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
“Mudah-mudahan melalui program ini, masyarakat kami bisa lebih sehat dan semakin produktif ke depannya,” pungkasnya.















