CILEGON, RUBRIKBANTEN – Capaian jumlah pemilih di Kota Cilegon menunjukkan tren positif pada awal 2026. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), terjadi kenaikan jumlah pemilih dari triwulan IV 2025 ke triwulan I 2026, meski angkanya masih tergolong fluktuatif.
Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Cilegon, Cecep Purnama Asri, mengungkapkan bahwa hasil PDPB triwulan IV Desember 2025 mencatat jumlah pemilih sebanyak 340.720 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 170.869 pemilih laki-laki dan 169.851 pemilih perempuan.
Memasuki triwulan I 2026, berdasarkan hasil pleno pada April, jumlah pemilih meningkat menjadi 341.996 orang. Dengan rincian, pemilih laki-laki sebanyak 171.385 orang dan pemilih perempuan 170.611 orang.
“Dari data tersebut terdapat kenaikan sebanyak 1.276 pemilih atau sekitar 0,37 persen,” ujar Cecep saat dikonfirmasi di kantor KPU Cilegon, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan ini merupakan bagian dari proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang rutin dilakukan KPU untuk memastikan akurasi data pemilih. Menurutnya, dinamika data pemilih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perpindahan penduduk, perubahan identitas, hingga data kematian.
“PDPB ini sifatnya dinamis. Jadi perubahan angka pemilih itu hal yang wajar karena ada laporan dari masyarakat maupun hasil sinkronisasi data,” jelasnya.
Meski menunjukkan kenaikan pada semester pertama 2026, Cecep menegaskan bahwa tren ini belum bisa dijadikan acuan tetap untuk kebutuhan pemilu atau pilkada mendatang.
“Kenaikan ini masih fluktuatif, belum tentu terus bertambah. Bisa saja nanti ada penurunan tergantung kondisi di lapangan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung validitas data pemilih. KPU, kata dia, terus melakukan sosialisasi agar masyarakat melaporkan jika terdapat perubahan data, seperti kesalahan identitas, pergantian nama, maupun adanya anggota keluarga yang meninggal dunia.
Dengan adanya PDPB yang dilakukan secara berkala, KPU Kota Cilegon optimistis data pemilih akan semakin akurat dan mutakhir sebagai dasar pelaksanaan demokrasi yang berkualitas.















