SERANG, RUBRIKBANTEN – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) di bawah kepemimpinan Koordinator Presidium Romo H.R. Muhammad Syafi’i meluncurkan program donasi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempercepat pembangunan gedung sekretariat nasional yang membutuhkan anggaran mencapai Rp12,5 miliar.
Peluncuran QRIS tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam kegiatan Jalan Santai Sehat Majelis Wilayah (MW) KAHMI Banten dalam rangka memperingati Milad ke-60 KAHMI, Minggu (18/10/2026).
Program ini tidak hanya bertujuan menghimpun dana pembangunan, tetapi juga menggerakkan partisipasi sebanyak mungkin alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan keluarga besar KAHMI di seluruh Indonesia.
Presidium KAHMI Banten, Moh Bahri yang akrab disapa Cak Ipul, menyambut antusias peluncuran QRIS tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pembayaran digital menjadi terobosan efektif untuk membangun semangat gotong royong alumni HMI dalam mewujudkan gedung sekretariat nasional.
“Peluncuran QRIS untuk pembangunan gedung MN KAHMI merupakan media transaksi yang efektif bagi para kader dan keluarga besar KAHMI secara nasional. Tujuannya agar partisipasi dalam proses pembangunan gedung semakin luas, pembangunan cepat selesai, dan rekor MURI bisa diraih,” ujar Cak Ipul.
Ia menilai, pembangunan gedung MN KAHMI harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen alumni HMI, bukan sekadar mengandalkan kontribusi sejumlah tokoh atau donatur besar.
Dengan sistem QRIS, setiap alumni dapat memberikan sumbangan secara mudah, cepat, dan sesuai kemampuan masing-masing.
Cak Ipul juga mengaku bersemangat karena momentum peluncuran QRIS tersebut berlangsung dalam kegiatan Jalan Santai Sehat MW KAHMI Banten yang mempertemukan keluarga besar alumni HMI.
“Kami bersemangat karena ajang Jalan Sehat MW KAHMI Banten menjadi momentum diluncurkannya QRIS ini,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan alumni dari berbagai daerah akan menjadi kekuatan utama untuk mempercepat realisasi pembangunan gedung sekaligus menunjukkan soliditas organisasi yang telah memasuki usia enam dekade.
Romo Syafi’i Targetkan Rekor MURI
Sebelumnya, Koordinator Presidium MN KAHMI periode 2022–2027, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung sekretariat nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp12,5 miliar.
Dari kebutuhan tersebut, sebesar Rp2,5 miliar telah disiapkan, sementara kekurangan anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar.
“Kita mau bikin satu peristiwa yang monumental. Pembangunan kantor KAHMI itu kan biayanya sekitar Rp12,5 miliar. Saya sudah mendatangkan uang Rp2,5 miliar dulu. Jadi tinggal Rp10 miliar,” ungkap Romo Syafi’i.
Menariknya, MN KAHMI tidak semata-mata mengejar besarnya nominal sumbangan, melainkan jumlah masyarakat yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.
Romo Syafi’i bahkan menargetkan pembangunan sekretariat nasional dapat mencatatkan sejarah sebagai pembangunan kantor organisasi dengan jumlah penyumbang terbanyak dan berpeluang memperoleh pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Kantor Sekretariat KAHMI Nasional adalah kantor dengan jumlah penyumbang terbanyak. Bukan jumlah sumbangannya, tetapi partisipasi penyumbangnya yang terbesar. Kita mau masuk rekor MURI,” tegasnya.
Melalui QRIS, masyarakat dapat berdonasi dengan nominal yang beragam, mulai dari Rp10 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp500 ribu, hingga Rp1 juta atau sesuai kemampuan masing-masing.
Romo Syafi’i berharap gerakan tersebut mampu menjangkau jutaan alumni HMI maupun masyarakat umum.
“Bayangkan kalau kantor Sekretariat KAHMI Nasional disumbang oleh 10 juta orang, ini bisa masuk rekor,” ujarnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap antusiasme keluarga besar KAHMI Banten yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam mendukung program pembangunan sekretariat nasional.
“Kita mau coba di Banten dengan semangat Banten ini. Bantennya paling semangat,” katanya.
Peluncuran QRIS pada momentum Milad ke-60 KAHMI tersebut diharapkan menjadi langkah awal gerakan donasi nasional yang mengedepankan kebersamaan, solidaritas, dan partisipasi luas alumni HMI.
Melalui gerakan ini, MN KAHMI ingin menjadikan pembangunan gedung sekretariat nasional bukan hanya sebagai proyek pembangunan fisik, melainkan juga simbol kekuatan gotong royong dan persatuan keluarga besar HMI di seluruh Indonesia.















