Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKabupaten TangerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Bunda Literasi Provinsi Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Tingkatkan Budaya Baca Masyarakat

116
×

Bunda Literasi Provinsi Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Tingkatkan Budaya Baca Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. Menurutnya, literasi harus menjadi gerakan bersama yang ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan Tinawati saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka kegiatan Capacity Building Pustakawan se-Banten di Hotel Novotel BSD, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026).

Banner

Tinawati menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku. Perpustakaan telah berkembang menjadi ruang belajar, ruang berkarya, ruang kolaborasi, hingga pusat lahirnya berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Karena itu, kita perlu bersama-sama membangun perpustakaan yang mampu menumbuhkan budaya literasi, termasuk menanamkan minat baca sejak usia dini, terutama dalam lingkungan keluarga,” ujarnya.

Ia juga mendorong para pustakawan untuk terus bertransformasi menjadi pembelajar sepanjang hayat, fasilitator pengetahuan, sekaligus inspirator bagi masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas pustakawan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca juga:  Bupati Serang Pastikan Pospam Nataru Siaga Penuh, Libur Aman Tanpa Euforia Berlebihan

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan Bank Indonesia Institute, Senorita Pritaningrum, mengatakan pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan kompetensi pustakawan agar mampu mengikuti perubahan.

Ia menjelaskan, perpustakaan kini dituntut bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, inovasi, serta sumber ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Capacity building ini mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi Artificial Intelligence agar pustakawan semakin siap menghadapi tantangan era digital,” katanya.

Meski demikian, Senorita menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, faktor manusia tetap menjadi elemen utama dalam transformasi perpustakaan. Oleh karena itu, penguatan *growth mindset* bagi pustakawan menjadi sangat penting agar mampu beradaptasi, berpikir kreatif, dan terus belajar.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan *Capacity Building Pustakawan* berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, dengan metode hybrid yang menggabungkan pertemuan daring dan luring.

Kegiatan tersebut diikuti pustakawan dari berbagai instansi perpustakaan di Provinsi Banten dengan tujuan meningkatkan kompetensi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang inovatif.

Baca juga:  Rayakan HUT RI ke-80, Warga Sukadamai Padukan Semangat Kemerdekaan dengan Nuansa Islami

“Kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses informasi, serta menciptakan layanan perpustakaan yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rawindra.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!