SERANG, RUBRIKBANTEN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Provinsi Banten yang berlangsung di Aula PGRI Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter Masyarakat” itu menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PAN Edison Sitorus, Direktur Pelaksana Diklat BPIP RI Sadono Sriharjo, serta Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PAN Dede Rohana Putra.
Dalam pemaparannya, Edison Sitorus menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat sebagai benteng menghadapi berbagai ancaman, termasuk radikalisme dan perpecahan bangsa.
Menurutnya, setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai ketuhanan, keadilan sosial, dan semangat gotong royong yang harus terus dipahami serta diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Penguatan Relawan Pancasila ini dilakukan agar masyarakat memahami bagaimana pengamalan Pancasila yang baik dan benar berdasarkan nilai ketuhanan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila adalah ideologi bangsa yang harus terus dijaga dan dipelihara agar Indonesia tetap aman, damai, dan sejahtera,” tegas Edison.
Edison juga menyinggung sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya selaras dengan nilai-nilai Pancasila, seperti pemberantasan korupsi dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Direktur Pelaksana Diklat BPIP RI Sadono Sriharjo menekankan pentingnya masyarakat memahami sejarah lahirnya Pancasila dan proses panjang yang melatarbelakanginya.
Ia mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali perjuangan para pendiri bangsa, termasuk Tim Sembilan yang merumuskan dasar negara, sehingga nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila harus hidup dan terjaga dalam setiap jiwa warga negara. Jika ada pihak yang mencoba mengusik atau melemahkan Pancasila, maka sama saja dengan mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sadono.
Menurutnya, program penguatan relawan kebajikan Pancasila merupakan bentuk nyata upaya negara dalam menanamkan nilai kebhinekaan, toleransi, dan nasionalisme agar terus diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Banten Dede Rohana Putra menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan menghafal Pancasila, melainkan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.
“Pancasila itu mudah dihafal dan dibaca. Namun yang sulit adalah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu pembinaan ideologi Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkannya di lingkungan keluarga, masyarakat, dunia kerja, dan kehidupan sosial,” kata Dede.
Pada kesempatan tersebut, moderator kegiatan Moh Suwaidi menyimpulkan bahwa penguatan kembali nilai-nilai Pancasila menjadi kebutuhan mendesak di tengah kehidupan masyarakat yang mulai mengalami penurunan semangat kebangsaan.
Menurutnya, momentum peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni harus menjadi pengingat bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang harus terus dijaga sebagai penopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat pengamalan Pancasila di tengah masyarakat agar tetap menjadi perekat persatuan dan kekuatan bangsa menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.













