CILEGON, RUBRIKBANTEN – Banten Haji dan Umrah Fair 2026 resmi dibuka di Cilegon Center Mall (CCM), Kota Cilegon, Jumat (11/9/2026).
Digelar hingga Minggu (13/9/2026), kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat yang hendak mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah, sekaligus sarana untuk mendapatkan informasi mengenai penyelenggara perjalanan ibadah yang legal dan memiliki layanan yang jelas.
Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Dr. H. Samsudin, M.M., M.Pd. Turut hadir Ketua DPD ASPERAPI Banten Deden Sunandar, Kepala Kanwil Kemenhaj Cilegon Zarkoni, Kabag Kesra Kota Cilegon Rahmatullah, Branch Manager BSI Cilegon Arry Darmawan, Paguyuban PPIU dan PPIH Banten, serta Bersathu DPD Banten.
Banten Haji dan Umrah Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi Dwipa Event Organizer, Yakin Energy Semesta (YES), dan Cilegon Center Mall.
Dalam sambutannya, Samsudin mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih penyelenggara perjalanan ibadah. Menurutnya, calon jamaah perlu memahami aspek pembinaan, pelayanan, hingga perlindungan sebelum menentukan pilihan.
“Dalam undang-undang, ada amanah yang harus dilaksanakan oleh seluruh pihak, termasuk PPIU dan PIPIH. Pertama adalah pembinaan, bagaimana jamaah dibina agar dapat melaksanakan ibadah haji dan umrah sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” ujarnya.
Ia menegaskan, kewajiban penyelenggara tidak hanya sebatas memberikan pembekalan kepada jamaah. Pelayanan dan perlindungan selama perjalanan ibadah juga menjadi bagian penting yang harus dipenuhi.
“Bukan hanya dibina, tetapi juga dilayani. Kalau PPIU atau PIHK tidak melayani jamaahnya, siap-siap nanti didatangi penyidik,” tegasnya.
Samsudin melanjutkan, penyelenggara juga memiliki kewajiban memastikan jamaah memperoleh perlindungan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“PPIU dan PPIH juga wajib memikirkan bagaimana agar jamaah dapat terlindungi, sehingga tercapailah tujuan penyelenggaraan haji dan umrah,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena jamaah asal Banten yang memilih menggunakan jasa travel dari luar daerah.
“Ada jamaah umrah dari Banten, tetapi berangkatnya bukan dari travel yang ada di Banten. Ini menjadi pertanyaan buat kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Banten Haji dan Umrah Fair 2026, Uswatun Hasanah, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mendekatkan masyarakat dengan penyelenggara perjalanan ibadah sekaligus membuka akses informasi mengenai legalitas dan kualitas layanan.
“Yang paling penting adalah memberikan akses informasi kepada masyarakat. Calon jamaah bisa datang, berdiskusi, bertanya langsung, dan mendapatkan gambaran yang lebih utuh sebelum menentukan pilihan,” kata Uswatun.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan ketika memilih travel haji dan umrah.
Calon jamaah, kata dia, perlu memastikan legalitas penyelenggara sebagai PPIU atau PIHK, termasuk memperhatikan pembekalan manasik, kualitas pelayanan, serta bentuk pendampingan yang diberikan kepada jamaah.
Banten Haji dan Umrah Fair 2026 berlangsung hingga Minggu (13/9/2026) di Cilegon Center Mall. Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan penyelenggara dan memperoleh informasi sebelum menentukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Dari Cilegon, perjalanan menuju Tanah Suci tak cukup hanya bermodal niat. Informasi, persiapan, dan ketelitian memilih penyelenggara menjadi bagian penting sebelum melangkah.













