Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Andra Soni: Tenaga Kerja Kompeten Jadi Kebutuhan Dasar Industri, Pelatihan Vokasi Harus Diperkuat

42
×

Andra Soni: Tenaga Kerja Kompeten Jadi Kebutuhan Dasar Industri, Pelatihan Vokasi Harus Diperkuat

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan unggul menjadi kebutuhan mendasar bagi dunia industri di tengah perubahan kebutuhan pasar kerja.

Menurut Andra, pelatihan vokasi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebutuhan industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja.

Banner

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

“Karena itu, pelatihan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja,” ujar Andra.

Ia mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, adaptif, serta memiliki daya saing.

Andra optimistis Pelatihan Vokasi Nasional dapat memperkuat kemitraan dan link and match antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri.

Melalui pelatihan tersebut, semakin banyak tenaga kerja diharapkan memperoleh sertifikat kompetensi, memiliki kesiapan memasuki dunia kerja, meningkatkan produktivitas, sekaligus menciptakan peluang usaha yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Andra Gedor Forum Gubernur: Kita Kompak Saat Banjir, Tapi Tak Kompak Cari Solusi

Andra juga berharap kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, BBPVP Serang, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia usaha dan industri terus diperkuat.

“Dengan kolaborasi tersebut diharapkan semakin banyak warga Banten memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Airlangga Soroti Skill Gap

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi menjadi salah satu motor utama dalam menciptakan lapangan kerja formal.

Ia menyebut investasi nasional pada semester II 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen.

Namun, di tengah pertumbuhan investasi tersebut masih terdapat kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan industri.

Airlangga menilai penguatan pelatihan vokasi, retraining, dan reskilling menjadi langkah penting untuk menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Tentu tadi disampaikan ada mismatch terkait dengan kompetensi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.

Ia mengingatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan baru terus meningkat seiring perkembangan dunia industri. Karena itu, peningkatan soft skill dan etika kerja juga harus menjadi perhatian.

“Kalau kita tidak segera melakukan pelatihan, ini akan semakin ketinggalan. Oleh karena itu, saya mendorong agar adik-adik semua bisa meningkatkan soft skill dan mendorong etika kerja,” katanya.

Airlangga juga mendorong pemerintah dan dunia usaha memperbesar skala pelatihan vokasi. Fasilitas pelatihan milik pemerintah, kata dia, perlu dioptimalkan bersama fasilitas yang tersedia di dunia industri.

Baca juga:  Wagub Dimyati Dorong ASN Gaspol Kinerja di Bulan Syawal

Pelatihan Vokasi Ditargetkan Jangkau 330 Ribu Orang

Di lokasi yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan magang untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

Ia menyampaikan adanya tambahan anggaran untuk program magang sebesar Rp4,2 triliun dan pelatihan vokasi sebesar Rp1,7 triliun.

Tambahan anggaran tersebut meningkatkan kapasitas program magang hingga 150 ribu peserta serta menambah kapasitas pelatihan vokasi sebanyak 270 ribu peserta.

“Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi anak muda kita. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pastikan Anda lulus dengan baik sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.

Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, lebih dari 30 ribu orang tercatat mendaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos mengikuti pelatihan dengan durasi yang bervariasi, mulai dua minggu hingga dua bulan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai salah satu bekal memasuki dunia kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menargetkan program pelatihan vokasi dapat menjangkau hingga 330 ribu orang.

Sejumlah bidang prioritas disiapkan, mulai dari welding, green skill, smart operation, agroforestry, kecerdasan buatan (artificial intelligence), digital skill, hospitality, hingga berbagai bidang lainnya.

“Jadilah generasi ke depan yang benar-benar kompeten dan memiliki daya saing, siap bekerja tidak hanya di skala nasional, tapi juga di skala global, internasional,” tegas Yassierli.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!