Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

Aksi Bobol Brankas Berujung Maut, Bocah Anak Petinggi PKS Ditikam, Pelaku Kabur Pakai Beat Biru

164
×

Aksi Bobol Brankas Berujung Maut, Bocah Anak Petinggi PKS Ditikam, Pelaku Kabur Pakai Beat Biru

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Fakta mengerikan terungkap dalam kasus pembunuhan bocah berusia 9 tahun di kawasan BBS, Kota Cilegon. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten memastikan korban tewas bukan akibat peristiwa spontan, melainkan menjadi korban aksi kejahatan terencana bermotif pencurian.

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan spesialis pembobol rumah mewah yang menjadikan rumah korban—anak dari petinggi PKS sekaligus pengusaha—sebagai target utama.

Banner

“Pelaku masuk dengan tujuan mencuri. Saat aksinya diketahui korban, pelaku langsung melakukan penyerangan brutal,” ujar penyidik dalam konferensi pers.

Ditikam Tanpa Ampun

Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku beraksi dengan cara merunduk dan tiba-tiba menusuk korban menggunakan pisau. Korban sempat berteriak, namun pelaku terus menyerang hingga korban tidak berdaya dan meninggal dunia di lokasi.

Usai memastikan korban terkapar, pelaku turun ke lantai satu menuju brankas, menandakan motif utama adalah pencurian. Namun upaya tersebut gagal karena brankas menggunakan sistem kombinasi.

Gagal membobol, pelaku langsung kabur melalui jendela kamar pembantu, jalur masuk awal yang sebelumnya telah dicongkel.

Baca juga:  Peta Kekuatan Mulai Terbuka, Golkar Kota Serang Siap Adu Strategi di Musda Ke-IV

Pisau, Kunci Pas, dan Tas Hitam

Dalam penggeledahan, polisi menemukan tas hitam berisi dua bilah pisau, kunci pas, serta alat congkel, yang biasa digunakan pelaku dalam setiap aksinya. Salah satu pisau terbukti sebagai senjata pembunuh.

“Hasil uji forensik menunjukkan bercak darah pada pisau mengandung DNA korban. Ini menguatkan dan tidak terbantahkan,” tegas penyidik.

CCTV Mati, Jejak Tak Hilang

Meski CCTV di dalam rumah korban tidak berfungsi, polisi berhasil melacak pergerakan pelaku melalui rekaman CCTV lingkungan sekitar. Pelaku terekam masuk pukul 13.17 WIB dan keluar 13.42 WIB, menggunakan Yamaha NMAX biru-hitam tanpa pelat nomor.

Pelaku mengenakan helm biru, jaket hitam, celana jeans, dan sepatu—ciri yang konsisten dengan rekaman di TKP kedua dan ketiga.

Jaringan Aksi Beruntun

Penyelidikan mengungkap pelaku telah beraksi setidaknya tiga kali, termasuk pada 16 dan 28 Desember 2025. Modusnya sama: mencongkel jendela, masuk membawa tas hitam, dan mengincar perhiasan serta brankas.

Barang hasil curian bahkan dikubur di halaman rumah kontrakan pelaku, dibungkus plastik dan ditutup tanah agar tak mencurigakan.

Baca juga:  Menteri Nusron Gerak Cepat! ATR/BPN dan Kementerian PU Satukan Aturan Sempadan Sungai Demi Akhiri Banjir dan Sertifikat Ilegal

Pasal Berlapis

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, termasuk pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Kasus ini menegaskan bahwa kejahatan bermotif harta telah merenggut nyawa anak tak berdosa, sekaligus membuka fakta adanya spesialis pembobol rumah yang beraksi brutal di Cilegon.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!