CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pasca insiden kebocoran gas asam nitrat (HNO₃) dari PT Vopak Terminal Merak, Sabtu (31/1/2026), Puskesmas Grogol bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon langsung melakukan penanganan medis terhadap warga terdampak.
Penanganan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg Ratih Purnamasari, didampingi jajaran tenaga kesehatan, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Grogol, dr. M. Arief Gunawan.
dr. M. Arief Gunawan menyampaikan, hingga Sabtu sore tercatat 56 warga mendatangi Puskesmas Grogol dengan berbagai keluhan kesehatan.
“Total yang datang sebanyak 56 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 43 perempuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mayoritas keluhan yang dialami warga diduga akibat paparan gas dari kebocoran tersebut.
“Keluhan yang kami temukan cukup variatif, mulai dari gatal-gatal, sesak napas, hingga batuk. Ini merupakan dampak langsung yang paling banyak dirasakan,” jelas Arief.
Meski demikian, ia memastikan seluruh warga yang diperiksa tidak memerlukan perawatan inap dan telah dipulangkan setelah mendapat penanganan medis.
“Alhamdulillah semua sudah pulang dan tidak ada yang dirawat,” tegasnya.
Sebagian besar warga terdampak diketahui berasal dari lingkungan sekitar PT Vopak Terminal Merak, khususnya wilayah Kali Baru dan sekitarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Puskesmas Grogol dan Dinkes Kota Cilegon melakukan pembagian masker kepada masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Puskesmas Grogol siaga 24 jam untuk melayani warga apabila masih muncul keluhan akibat insiden ini,” pungkasnya.















