Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKabupaten PandeglangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi, 881 Hektare Sawah di Banten Kini Terlayani

89
×

Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi, 881 Hektare Sawah di Banten Kini Terlayani

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah sentra lumbung pangan Banten, Rabu (2/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Banner

Peresmian dipusatkan di DI Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Sementara enam daerah irigasi lainnya diresmikan secara virtual dan diikuti kepala daerah masing-masing.

Tujuh DI yang diresmikan meliputi DI Cisata, Cilember, dan Cisangu Atas di Kabupaten Pandeglang; DI Cibinuangeun dan Cikoncang di Kabupaten Lebak; DI Ciwuni di Kabupaten Serang; serta DI Cilampek di Kabupaten Tangerang.

Total penanganan jaringan irigasi tersebut mencapai 6,90 kilometer dengan luas layanan 881,28 hektare sawah. Pekerjaan itu menelan anggaran Rp48,91 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama petani.

“Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Andra Soni.

Layanan Irigasi Naik Jadi 62,45 Persen

Andra menjelaskan, penguatan jaringan irigasi di Banten juga didukung melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 untuk mendukung program swasembada pangan.

Melalui dukungan APBN, terdapat 12 daerah irigasi yang mendapatkan penanganan dengan total panjang sekitar 81,80 kilometer dan luas layanan mencapai 9.259 hektare. Nilai pagu anggarannya mencapai Rp471,92 miliar.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut turut meningkatkan cakupan layanan irigasi di Banten. Dari sebelumnya 52,5 persen, kini meningkat menjadi 62,45 persen.

Menurut Andra, pembangunan jaringan irigasi akan dilakukan secara bertahap. Selain memperbaiki saluran irigasi, pemerintah juga akan memperkuat pengelolaan kawasan hulu untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga.

Baca juga:  BREAKING NEWS: Sebulan Kabur-Kaburan, Pelaku Pencolokan Siswi di Cilegon Akhirnya Digulung Polisi! Terancam 5 Tahun Penjara

“Kalau irigasinya sudah baik, tinggal kita tangani di wilayah hulunya. Sehingga ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, stok air ke persawahan tetap mengalir dan petani bisa terus meningkatkan produktivitasnya,” jelasnya.

Dorong Produktivitas Pertanian hingga 12 Ton per Hektare

Tak hanya infrastruktur irigasi, Andra Soni juga berencana memperluas penerapan program pertanian Modern Advanced Agricultural System (MAAS) dari Kementerian Pertanian di Provinsi Banten.

Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Jika sebelumnya hasil produksi berada di kisaran enam ton per hektare, melalui modernisasi pertanian ditargetkan dapat meningkat hingga 12 ton per hektare.

Andra menegaskan, peningkatan kesejahteraan petani harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perlindungan lahan pertanian, perbaikan irigasi, pengelolaan kawasan hulu, pengendalian harga pupuk dan gabah, hingga peningkatan produktivitas.

“Lahan persawahan kita lindungi, saluran irigasi kita perbaiki, wilayah hulu kita tata, harga pupuk dan padi kita jaga, produktivitas kita tingkatkan dan petani akan semakin sejahtera. Itulah komitmen kami,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andra juga berdialog dengan sejumlah petani yang hadir langsung maupun mengikuti kegiatan secara virtual. Pemprov Banten turut menyerahkan sejumlah bantuan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Telaga Baru.

Petani Kini Bisa Panen Tiga Kali

Salah seorang anggota Poktan Telaga Baru, Aprudin (55), mengaku merasakan langsung manfaat revitalisasi saluran irigasi Cisata.

Menurutnya, sebelum diperbaiki, kondisi irigasi tidak berfungsi secara optimal sehingga debit air yang sampai ke persawahan sangat terbatas. Para petani pun lebih banyak mengandalkan curah hujan.

“Dulu irigasi ini kurang berfungsi secara baik, sehingga yang mengalir ke sawah juga sedikit,” kata Aprudin.

Kondisi tersebut membuat petani harus menunggu hujan untuk mulai menanam. Bahkan ketika musim kemarau tiba, risiko gagal panen semakin tinggi.

Baca juga:  Ramadan Tak Hentikan Layanan, PELATARAN Jakarta Barat Diserbu Warga Urus Waris Tanah

“Ya, kita di sini untung-untungan. Kalau airnya lagi bagus bisa panen, tapi kalau kurang apalagi sampai kemarau kayak gini ya gagal,” ujarnya.

Petani lainnya, Ubeh (55), mengatakan revitalisasi irigasi Cisata memberikan harapan baru bagi para petani. Sebelumnya, produksi maksimal hanya sekitar enam kuintal dari setiap petak sawah.

Kini, dengan kondisi pengairan yang lebih baik, petani optimistis dapat meningkatkan frekuensi tanam dan hasil produksi.

“Kalau sebelumnya kita hanya bisa sampai dua kali panen, tahun ini mah bisa sampai tiga kali panen dengan produktivitas yang lebih baik,” katanya.

Poktan Telaga Baru yang beranggotakan sekitar 54 petani juga menyatakan siap mendukung program modernisasi pertanian yang digagas Pemprov Banten.

“Kita dukung program Pak Gubernur untuk modernisasi metode pertanian, apalagi itu untuk kebaikan petani,” ujar Ubeh.

PUPR Fokus Perkuat Irigasi dan Kawasan Hulu

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat jaringan irigasi sekaligus melakukan penataan kawasan hulu.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi tidak menciptakan air. Ketersediaan air tetap bergantung pada sumber air, debit hujan, serta kondisi musim.

Karena itu, jaringan irigasi berfungsi memastikan air yang tersedia dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya petani.

“Manfaat dari pembangunan ini bukan hanya selesainya pembangunan fisik, tapi lebih dari itu para petani harus merasakan air yang tersedia dari sumber dapat dialirkan lebih lancar, teratur dan efisien,” kata Arlan.

Ia menambahkan, perbaikan jaringan irigasi juga ditujukan untuk menekan kehilangan air selama proses distribusi.

“Kehilangan air akibat saluran dapat ditekan. Tapi dengan pembangunan irigasi ini, air dapat dioperasionalkan melalui pintu-pintu yang dibagi,” ujarnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!