CILEGON, RUBRIKBANTEN – Insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026), kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keselamatan transportasi laut.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan akan melakukan pemeriksaan kelaikan atau ramp check terhadap sekitar 2.100 kapal di berbagai wilayah Indonesia mulai awal November 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan armada angkutan laut, khususnya dari aspek keselamatan penumpang, kondisi fisik kapal, hingga kelayakan mesin dan perlengkapan keselamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Andi Sutomo, mengatakan pemeriksaan akan dilaksanakan melalui 130 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di berbagai daerah.
“Ada sekitar 2.100 kapal yang akan kami ramp check. Pemeriksaan ini dilakukan di 130 UPT dan akan mulai bergulir pada awal November,” ujar Lollan.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga menyasar kondisi teknis dan fisik kapal secara menyeluruh.
“Ramp check ini cukup menyeluruh, bukan hanya administrasi, tapi secara fisik, baik dari sisi konstruksi kapal maupun permesinan, peralatan keselamatan, dan hal lainnya,” jelasnya.
Lollan mengungkapkan, pemeriksaan terhadap ribuan kapal tersebut mencakup armada dengan total kapasitas angkut sekitar 331.000 penumpang.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat memastikan kapal-kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan kelayakan pelayaran, sekaligus meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan transportasi laut.
Sementara itu, terkait proyeksi pergerakan penumpang angkutan laut, Kemenhub memperkirakan masih akan terjadi peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara karena pihaknya menunggu hasil perhitungan lebih lanjut.
“Saat ini masih kami prediksi, kami masih menunggu dari perhitungan BKT. Namun, perhitungan yang ada berasumsi masih ada peningkatan sekitar 5 persen,” ungkapnya.
Sebelumnya, KMP Batumandi mengalami kebakaran saat mendekati kawasan Dermaga VI Pelabuhan Merak pada 20 Oktober 2026. Insiden tersebut sempat memicu proses evakuasi terhadap penumpang dan awak kapal.
Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya pengawasan berkala terhadap kondisi kapal, termasuk sistem permesinan, instalasi kelistrikan, serta kesiapan alat keselamatan dalam menghadapi situasi darurat.
Meski Kemenhub telah mengumumkan pemeriksaan ribuan kapal, belum ada penjelasan dalam keterangan tersebut mengenai apakah kebijakan ramp check secara nasional berkaitan langsung dengan insiden KMP Batumandi.













