Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Dari Ruang Redaksi ke Seleksi KPI, Ferdi Setiawan Siap Kawal Masa Depan Penyiaran Indonesia

67
×

Dari Ruang Redaksi ke Seleksi KPI, Ferdi Setiawan Siap Kawal Masa Depan Penyiaran Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Praktisi penyiaran sekaligus akademisi, Ferdi Setiawan, resmi mengikuti seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri televisi nasional, ia menawarkan gagasan membangun penyiaran yang adaptif terhadap era digital tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai media edukasi, informasi, dan kontrol sosial.

Rekam jejak Ferdi di dunia penyiaran terbilang panjang. Kariernya dimulai dari Jogja TV sebelum berkiprah di TV7 (kini Trans7), DAAI TV, JakTV, tvOne, hingga Metro TV. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV dan Sinpo.id.

Banner

Pengalaman di berbagai media tersebut memberinya pemahaman menyeluruh mengenai industri penyiaran, mulai dari produksi berita, manajemen redaksi, etika jurnalistik, hingga regulasi penyiaran yang terus berkembang di tengah pesatnya transformasi digital.

Tak hanya berkecimpung di dunia media, Ferdi juga aktif sebagai dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta. Menurutnya, perpaduan pengalaman sebagai praktisi dan akademisi menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan industri sekaligus menyiapkan sumber daya manusia penyiaran yang profesional dan berintegritas.

“Saya melihat dunia penyiaran tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga dari aspek pendidikan, regulasi, dan pengembangan SDM. Semua itu harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Perjalanan karier Ferdi juga membawanya menjadi bagian dari Media Center Haji. Penugasan tersebut diakuinya sebagai pengalaman berharga yang mengasah kemampuannya menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab di tengah situasi yang dinamis.

Baca juga:  Menjelang Setahun Kepemimpinan Zakiyah–Najib Hamas, Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Serang Tembus 133 Kasus

Bahkan, pengalaman itu memiliki makna spiritual tersendiri baginya.

“Allah selalu memiliki cara sendiri untuk mempertemukan seorang hamba dengan rumah-Nya. Terkadang jalan itu datang melalui antrean panjang, terkadang melalui pengabdian,” tutur Ferdi.

Di balik kariernya, Ferdi mengaku tetap menjalani kehidupan sederhana. Ia mengawali hari dengan mengantar kedua putrinya ke sekolah, sementara putra sulungnya menempuh pendidikan di pondok pesantren di Banten. Setelah itu ia menjalankan aktivitas sebagai pimpinan redaksi sekaligus mengajar di kampus sebelum kembali berkumpul bersama keluarga.

“Tidak ada yang spesial dari saya. Saya hanya berusaha menjalankan pekerjaan, mengurus keluarga, mengajar, dan menjalankan amanah sebaik mungkin,” katanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ferdi memegang tiga prinsip utama, yakni menjaga silaturahmi, tidak meremehkan siapa pun, serta berbuat baik tanpa menghitung untung dan rugi.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang mengantarkannya hingga berada pada titik saat ini.

Selain aktif di dunia jurnalistik, Ferdi juga tergabung dalam sejumlah organisasi profesi, seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Forum Jurnalis Zakat dan Wakaf Indonesia (Forjukafi), Asosiasi Konten Kreator untuk Nusantara (AKKuN), serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Usung Konsep Penyiaran Cerdas

Mengikuti seleksi Komisioner KPI Pusat, Ferdi membawa visi memperkuat kualitas penyiaran nasional melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Baca juga:  Unpam Cetak Pemimpin Muda Inspiratif! Rikil Amri Wakili Karang Taruna Cilegon di Banten

Ia menilai tantangan penyiaran saat ini semakin kompleks, mulai dari persaingan dengan platform digital, maraknya disinformasi, perubahan perilaku audiens, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, menurutnya, penguatan literasi media masyarakat harus menjadi prioritas agar publik mampu menyaring informasi secara kritis sekaligus mendorong terciptanya ekosistem penyiaran yang sehat.

Ferdi juga mendorong lembaga penyiaran menghadirkan program yang edukatif, inovatif, menghormati keberagaman budaya, serta memberikan perlindungan kepada anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai.

Baginya, KPI tidak cukup hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga harus menjadi mitra strategis bagi seluruh lembaga penyiaran dalam meningkatkan kualitas industri secara bersama.

“Kualitas penyiaran yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. KPI harus hadir sebagai mitra yang mendorong lahirnya penyiaran yang profesional, beretika, inovatif, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegas Ferdi.

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis, pimpinan redaksi, praktisi televisi, akademisi, hingga petugas Media Center Haji, Ferdi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat peran KPI sebagai pengawal kualitas penyiaran Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!