RUBRIKBANTEN – Transformasi digital kini mulai merambah pelosok desa. Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) Angkatan 2025/2026 turun langsung ke Desa Gunung Bunder 1, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, untuk membekali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan strategi pemasaran digital melalui platform TikTok.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Kelompok 3 Magister Manajemen Unpam ini menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM desa agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Tim yang terdiri dari Edward Perantenta, Ferdy Pradana Putra, Imat Rohimat, dan Zainal Arifin memberikan pelatihan intensif mulai dari pembuatan konten kreatif hingga strategi menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Mukrodi, S.Sos.I., M.M. dan Kamsidik, S.Kom., M.M., serta berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih yang dipimpin Eneng Ida Ulaefah, S.Pd.
Acara dibuka dengan antusiasme tinggi dari warga dan pelaku UMKM setempat. Mewakili Universitas Pamulang, Dr. Kasmad, S.E., M.M. menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi para pelaku usaha.
“Melalui pelatihan pemanfaatan TikTok ini, kami berharap pelaku UMKM semakin melek teknologi, mampu meningkatkan kreativitas, dan memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Desa Gunung Bunder 1. Kepala Desa menyambut baik kehadiran mahasiswa dan dosen Unpam yang dinilai membawa solusi konkret bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan penjualan produk-produk unggulan desa,” katanya.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik membuat konten menarik, memahami algoritma TikTok agar masuk FYP (For You Page), hingga menyusun kalimat promosi yang efektif dan mampu menarik minat konsumen.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapat pendampingan langsung dari mahasiswa untuk mempraktikkan pembuatan video promosi menggunakan telepon genggam mereka.
Program ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya UMKM-UMKM digital yang lebih inovatif dan kompetitif. Sinergi antara perguruan tinggi, koperasi desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa berbasis teknologi.















