Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

HMI Cilegon Desak Investigasi Menyeluruh Usai Dua Pegawai PT MCCI Patah Tulang

43
×

HMI Cilegon Desak Investigasi Menyeluruh Usai Dua Pegawai PT MCCI Patah Tulang

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Insiden dugaan ledakan di pabrik kimia PT MCCI Kota Cilegon terus menuai sorotan. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Tb Rizki Andika, mendesak pihak perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga aparat penegak hukum untuk terbuka dan transparan terkait peristiwa tersebut.

Sorotan muncul setelah dua pegawai dikabarkan mengalami patah tulang akibat ledakan, sementara sejumlah warga di sekitar lokasi disebut mengalami sesak napas pascainsiden yang diduga disertai kebocoran gas atau uap kimia.

Banner

Menurut Rizki, masyarakat berhak mengetahui secara jelas penyebab ledakan serta kandungan zat yang muncul akibat dugaan kebocoran pascainsiden. Terlebih, kawasan industri tersebut berada dekat dengan permukiman warga sehingga keterbukaan informasi dinilai penting demi keselamatan masyarakat dan pekerja.

“Kami meminta informasi penyebab ledakan ini dibuka secara terang kepada publik. Masyarakat perlu mengetahui zat apa yang terkandung dalam kebocoran tersebut karena ini menyangkut keselamatan warga sekitar dan para pekerja,” ujar Tb Rizki Andika.

Ia menilai insiden tersebut bukan persoalan sepele. Adanya korban pekerja hingga mengalami patah tulang menunjukkan dugaan lemahnya sistem keselamatan kerja dan mitigasi risiko di area produksi industri.

Baca juga:  Pelayanan Publik di Banten Tak Boleh Kendur Meski Puasa, Gubernur Andra Soni Tekankan Optimalisasi

“Ini bukan persoalan sepele. Jika benar ada korban hingga mengalami patah tulang, maka ini menunjukkan adanya dugaan lemahnya sistem pengawasan dan mitigasi risiko di area produksi industri,” tegasnya.

Sebagai akademisi Teknik Industri, Rizki menjelaskan bahwa perusahaan industri wajib menerapkan sistem perawatan fasilitas produksi secara ketat dan terukur. Menurutnya, setiap fasilitas produksi memiliki standar inspeksi berkala, preventive maintenance, hingga sistem deteksi dini terhadap potensi kebocoran maupun tekanan berlebih.

“Dalam perspektif teknik industri, fasilitas produksi tidak boleh hanya difokuskan pada target produksi semata. Ada sistem reliability maintenance, predictive maintenance, dan audit K3 yang harus dijalankan secara disiplin. Ketika terjadi ledakan, maka publik tentu mempertanyakan apakah sistem perawatan fasilitas produksi benar-benar dijalankan atau justru diabaikan,” jelasnya.

HMI Cabang Cilegon juga meminta DLH Kota Cilegon segera memberikan penjelasan resmi terkait dampak lingkungan dan kesehatan akibat insiden tersebut, terutama setelah adanya laporan warga mengalami sesak napas.

“Kami meminta DLH terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai publik dibiarkan bertanya-tanya terkait dampak lingkungan dan kesehatan akibat kebocoran tersebut,” lanjutnya.

Baca juga:  Gubernur Andra Soni Tegas! Pemprov Banten Harus Gerak Cepat, Respons Keluhan Rakyat Tanpa Tunggu Perintah

Selain itu, HMI Cabang Cilegon mendesak aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional dan transparan dalam mengusut penyebab insiden tersebut.

“Penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada narasi kecelakaan biasa. Harus ada investigasi menyeluruh terkait kemungkinan kelalaian perusahaan dalam menjalankan standar keselamatan industri. Jangan sampai keselamatan pekerja dan masyarakat dikorbankan demi kepentingan produksi,” tutup Rizki.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!