CILEGON, RUBRIKBANTEN – Insiden ledakan yang terjadi di area pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) di Kota Cilegon menimbulkan korban luka serius. Dua karyawan dilaporkan mengalami patah tulang, sementara sejumlah warga sekitar sempat terdampak bau menyengat yang diduga berasal dari kebocoran pascaledakan.
Humas PT MCCI, Dimas, mengakui adanya korban dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan biaya pengobatan ditanggung penuh oleh perusahaan.
“Sudah kami tangani, biaya ditanggung oleh Merak Chemical. Semalam juga sudah dicek langsung oleh Pak Wali Kota. Sekarang kami fokus ke recovery,” ujar Dimas saat dikonfirmasi melalui sambungan telphon oleh rubrikbanten.com, Selasa (26/5/2026).
Dimas menjelaskan, salah satu korban mengalami patah tulang saat berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
“Ada yang patah tulang karena terperosok saat lari,” katanya.
Selain korban dari pihak karyawan, warga sekitar juga sempat mengeluhkan gangguan pernapasan akibat bau menyengat pascainsiden. Beberapa warga bahkan sempat mendapat penanganan medis.
“Yang satu sempat dirawat dan semalam sudah boleh pulang. Tapi tetap kami minta dirawat dulu supaya benar-benar pulih,” ungkapnya.
Meski demikian, hingga kini pihak perusahaan belum menjelaskan secara rinci penyebab ledakan maupun dugaan kebocoran gas yang disebut-sebut terjadi setelah insiden tersebut.
PT MCCI menyatakan saat ini masih melakukan evaluasi internal dan fokus pada proses pemulihan pascakejadian. Sementara masyarakat berharap ada audit keselamatan dan investigasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi di kawasan industri kimia Kota Cilegon.















