Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Ratu Ati Marliati Resmi Mundur dari Golkar, Fokus Bidik Kursi Komisaris Independen PT PCM

180
×

Ratu Ati Marliati Resmi Mundur dari Golkar, Fokus Bidik Kursi Komisaris Independen PT PCM

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Mantan Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati resmi mengundurkan diri dari struktur Partai Golkar Kota Cilegon. Pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai syarat untuk mengikuti seleksi calon komisaris independen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri atau PT PCM.

Ratu Ati mengatakan keputusan mundur dari partai dilakukan secara sadar demi menjaga proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Kota Cilegon tetap berjalan baik.

Banner

“Iya, ibu sudah mengundurkan diri dan keluar dari struktur partai. Tujuannya karena ada syarat yang harus dipenuhi dan juga agar ada regenerasi. Siapa pun nanti yang menjadi pengganti, itu akan ibu sampaikan,” ujar Ratu Ati.

Ia menegaskan, estafet kepemimpinan di Partai Golkar harus tetap berjalan dan pihaknya telah mengusulkan nama pengganti kepada DPD I Golkar Provinsi Banten.

“Ibu sudah lama mengabdi di situ, bersama almarhum ayah dan Pak Iman,” katanya.

Diketahui, sebelum mengikuti seleksi komisaris independen PT PCM, Ratu Ati memiliki perjalanan panjang di birokrasi dan politik Kota Cilegon. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon, Penjabat Sekda, hingga Wakil Wali Kota Cilegon mendampingi Edi Ariadi. Selain itu, ia juga menjabat Ketua DPD Golkar Kota Cilegon.

Baca juga:  Blank Spot di Kota Baja: Warga Pabean Cilegon Terisolasi di Tengah Era Digital

Terkait alasannya maju dalam seleksi komisaris independen PT PCM, Ratu Ati mengaku memiliki pengalaman dan pemahaman cukup dalam terhadap perusahaan daerah tersebut.

“Ibu lama di Bappeda, pernah Plt Sekda, kemudian jadi wakil wali kota. Sedikit banyak tahu isi PCM dan ingin memberikan kontribusi lebih banyak untuk perusahaan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan PT PCM memiliki peran strategis bagi daerah karena lahir dari gagasan besar Pemerintah Kota Cilegon sejak era almarhum wali kota terdahulu.

“PCM ini punya kontribusi untuk masyarakat dan pemerintah daerah melalui deviden. Cita-cita yang dulu disampaikan saat pilkada juga sudah mulai berjalan,” katanya.

Ratu Ati menilai PT PCM harus terus berkembang menjadi bisnis maritim yang lebih luas dan tidak hanya puas dengan capaian saat ini.

“PT PCM harus bisa menjadi bisnis lebih luas lagi. Pelabuhan harus komprehensif, termasuk kerja sama dengan KS dan sektor lainnya,” ujarnya.

Ia juga menilai sejumlah target perusahaan akan lebih mudah direalisasikan jika dirinya berada di dalam struktur perusahaan.

“Dengan modal yang dimiliki PT PCM, ada beberapa target yang bisa direalisasikan. Kalau kita tidak masuk di dalamnya agak sulit untuk berbicara langsung dengan direksi dan menentukan langkah strategis,” tambahnya.

Baca juga:  Turunkan Satpol PP, Pemkot Cilegon Bongkar Zona Liar PKL di Pasar Kranggot

Ratu Ati berharap proses seleksi calon komisaris independen PT PCM berjalan lancar dan dirinya dapat lolos hingga tahap akhir.

“Mudah-mudahan seleksinya bisa masuk. Insyaallah jika diperlukan, kita siap bersinergi,” katanya.

Ia juga menegaskan pengunduran dirinya dari partai telah ditempuh sesuai aturan demi menghindari polemik di kemudian hari.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Golkar Kota Cilegon Budi Mulyadi membenarkan pengunduran diri Ratu Ati dari kepengurusan partai.

“Benar mengundurkan diri. Surat pengunduran dirinya sudah masuk sejak 27 April 2026,” kata Budi.

Menurutnya, DPD Golkar Kota Cilegon akan segera menggelar rapat pleno untuk mengusulkan pelaksana tugas (Plt) ketua kepada DPD I Golkar Provinsi Banten.

“Kalau tidak berubah hari Sabtu kita akan pleno untuk mengusulkan pelaksana tugas ke DPD I Provinsi Banten,” ujarnya.

Budi memastikan meski ketua definitif mengundurkan diri, roda organisasi partai tetap berjalan normal.

“Organisasi tetap berjalan karena struktur masih ada. Semua dilaksanakan secara kolektif,” katanya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!